Koperasi Milik PC Muhammadiyah Kajen Sediakan Pinjaman Tanpa Agunan dan Bunga

0
1938

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Dunia ekonomi dan keuangan terus berkembang. Dibuktikan dengan berbagai bentuk dan wujudnya, mulai dari koperasi simpan pinjam hingga dunia perbankan. Muhammadiyah juga turut menggarap dunia perekonomian itu. Sebab dakwah di bidang ekonomi menjadi amanah yang ditetapkan pada Muktamar Muhammadiyah di Makassar.

Untuk itu, dalam menjalankan amanah tersebut  telah banyak gedung-gedung perekonomian yang dibangun, termasuk di Jawa Tengah. namun di tengah semangat membangun pusat perekonomian itu ada yang cukup aneh dan langka. Jika koperasi dan bank identik dengan bunga atau bagi hasil maka tidak dengan koperasi Assalam, koperasi Assalam milik Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kajen Kabupaten Pekalongan ini memang berbeda dengan koperasi lainnya. Ia justru menyediakan pinjaman tanpa agunan dan bunga kepada masyarakat.

“kita sediakan 3-5 juta uang pinjaman tanpa agunan dan bunga”. Kata Ketua PCM Kajen, Ahmad Shaleh belum lama ini.

Uang pinjaman, lanjut Shaleh, memang diperuntukkan bagi masyarakat untuk modal usaha kecil. Hal ini dilakukan juga dalam rangka memutus mata rantai rentenir di masyarakat kecil. Uang pinjaman tanpa agunan dan bungan ini, Shaleh mengakui awalnya banyak masyarakat yang tidak percaya. Namun saat ini telah banyak yang meminjam di koperasi Asssalam.

“sudah ada 310 anggota yang terdiri dari para pelaku usaha kecil dan donatur di kopeasi Assalam”. Terangnya.

Koperasi yang berdiri sejak 1 januari 2017 ini memiliki dana awal Rp 300 juta. Dana tersebut dikumpulkan dari jamaah pengajian ahad pagi PCM Kajen yang berjumlah sekitar 300 jamaah. Kini koperasi ini sudah memiliki omzet Rp 625 juta.

Menurut Shaleh, sejak awal koperasi Assalam didirikan memang dikhususkan untuk kepentingan sosial (Social Oriented), bukan kepentingan profit (profit oriented). Sebab hasil dari koperasi ini akan digunakan untuk pengembangan Panti Asuhan yang juga milik PCM Kajen. Maka siapapun yang terlibat dalam koperasi ini, kata Shaleh, baik peminjam dan donatur adalah mereka yang membantu para anak yatim dan dhuafa dengan mengembangkan Panti Asuhan. Maka salah satu akad untuk meminjam uang di koperasi Assalam adalah bersedia memberikan shadaqah saat mengembalikan dengan jumlah yang tidak ditentukan.

Apa yang dijalankan di koperasi Assalam ini semata menjalankan 5 prinsip koperasi yang sejak awal disepakati. 5 prinsip itu adalah Berkoperasi karena Allah, Harus siap berbagi, Profesionalisme, dan Lahirnya atau tertariknya para aghniya’ untuk berinfaq. Koperasi ini juga telah membiayai secara Cuma-cuma usaha kedai kopi keliling, karena pemilik usaha tergolong tidak mampu. Selain itu Shaleh juga menjelaskan bahwa dana hasil dari koperasi Assalam juga digunakan untuk biaya pendidikan bagi masyarakat tidak mampu.

”kami tidak mau ada orang tidak sekolah gara-gara terkendala biaya”. Paparnya.

Koperasi Assalam didirikan untuk mengembangkan panti asuhan dibenarkan oleh pengelola panti asuhan dan pondok, Sudarno. Ia menjelaskan bahwa melalui koperasi Assalam telah mampu menambah 1 ruang kelas baru. Selain itu ia akan melakukan pengadaan barang-barang kebutuhan panti dan pondok berupa komputer dan lain-lain.

“melalui koperasi Assalam kami akan memberikan pelayanan yang baik dalam mengelola panti asuhan dan pondok”. Ungkap Sudarno.

Kini panti asuhan dan pondok milik PCM Kajen ini telah memiliki 25 anak asuh dan 7 santri. (BADRUN)