AUMBerita

451 Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Keren Banget, Rayakan Isra Mikraj dengan Dongeng dan Spiritual Building!

PWMJATENG.COM, Surakarta – Sebanyak 451 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo meriahkan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad 1445 Hijriah dengan kegiatan mendongeng dan spiritual building. Acara ini berlangsung di Masjid Kottabarat, Jl. Dr. Moewardi No.24, Purwosari, Laweyan, Kota Solo, pada Selasa (6/2/2024).

Isra Mikraj, peristiwa penting dalam Islam, menjadi momen refleksi bagi umat Islam. Ketua pelaksana peringatan hari besar Islam (PHBI), Taryanto, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan nilai-nilai religius para murid, sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

“Salat merupakan ibadah yang diperintahkan Allah Swt. secara langsung kepada insan paling mulia, Nabi Muhammad Saw. Harapannya, melalui kegiatan ini para murid dapat menyempurnakan gerakan salat, melaksanakan salat tepat waktu, dan tidak lagi menunda-nunda salat untuk urusan keduniaan,” ungkap Taryanto.

Dalam kegiatan ini, tema yang diangkat adalah “Salatku Penentu Akhlak dan Prestasiku”. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama diisi dengan kegiatan mendongeng untuk murid kelas I, II, dan III, sementara sesi kedua adalah spiritual building untuk murid kelas IV, V, dan VI.

Baca juga, Anugrah Zayed Award untuk Muhammadiyah: Bukti Peran Aktif Kemanusiaan dan Perdamaian Semesta

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Naila Ayunindya Hastomo, murid kelas V, menjadi pembuka yang khidmat bagi acara tersebut. Ichsan Yudya Yulianto, pemateri dalam sesi pertama, menyampaikan bahwa perjalanan Isra Mikraj merupakan anugerah Allah Swt. untuk menghibur Nabi Muhammad Saw. atas kesedihannya.

“Masjid Al Aqsa di Palestina menjadi saksi perjalanan Nabi Muhammad Saw. ke langit tujuh. Kita sebagai muslim harus bersatu dalam menjaga Masjid Al Aqsa dengan doa dan rezeki yang kita miliki,” terang Ichsan.

Kegiatan ini juga diisi dengan pembagian hadiah bagi murid yang aktif berpartisipasi. Faris Isnawan, narasumber sesi kedua, menekankan pentingnya salat sebagai tiang agama dan kunci dari karakter seseorang.

“Isra Mikraj adalah peristiwa mukjizat dimana Nabi Muhammad Saw. meminta Allah Swt. meredakan kewajiban salat 50 kali sehari menjadi 5 kali sehari. Kita harus bersyukur dan belajar dari Isra Mikraj dengan tetap melaksanakan salat tepat waktu,” tambahnya.

Salah satu peserta, Karaeng Arjuna Cakrawala, menyatakan kebahagiannya bisa mengikuti kegiatan ini. “Aku jadi lebih memahami arti dan manfaat salat. Salah satunya, salat sebagai tolak ukur kualitas amal saleh seseorang,” ungkapnya.

Kontributor : Nikmah Hidayati
Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE