Kolom

Muhammadiyah Tetaplah Menjadi Muhammadiyah

Muhammadiyah Tetaplah Menjadi Muhammadiyah

Oleh : Ikhwanushoffa (Majer Area Lazismu Jawa Tengah)

PWMJATENG.COM – Fenomena relasi Muhammadiyah dan BSI saat ini, yang masuk fase talak satu semoga menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten bermain di high politic. Itu bukanlah rengekan anak kecil yang berebut permen paman Usman. Sebaliknya mendidik para penyelenggara negeri ini bersama instrumennya bahwa fatsun dimana-mana harus dibawa. Menang adalah perkara remeh dalam gelutan peradaban. Peradaban bukan hanya persoalan perebutan politik. Begitu kira-kira dalil ahli sejarah kita Prof. Kuntowijoyo.

Dalam perdebatan sebuah forum, Kiai Dahlan menggebrak meja gegara mayoritas hadirin terpengaruh argumen H. Agus Salim supaya Muhammadiyah banting setir menjadi parpol seperti SI. Dengan menggelegar Beliau bertanya pada hadirin apakah benar-benar berani melaksanakan Islam sesungguh-sungguhnya. Sepertinya, salah satu argumen yang dipakai supaya jadi parpol adalah soal Islam kaffah dan sekitarnya. Hadirin tercekat dengan pertanyaan Kyai kita tersebut. Mereka paham betul Islam sesungguhnya yang diajarkan Kyai Dahlan belum menyentuh politik saja sudah seberat itu. Saking beratnya Beliau berujar, “Ojo ngaku wong becik sakdurunge wani beseti kulite dewe” (Jangan mengaku orang baik sebelum berani menguliti kulitnya sendiri). Demikian Beliau ketika mengajarkan tentang bab al-Birru seperti termaktub dalam kitab Mbah KRH. Hadjid.

Baca juga, Inspiratif! 90 Sekolah Muhammadiyah Jateng Siap Bertransformasi Menjadi Sekolah Internasional!

Fenomena reformasi perlu jadi renungan bersama. Partai-partai baru warna apapun ternyata tak memberikan hasil signifikan terhadap pembaruan. Reformis membawa tema anti KKN, nyatanya politisi baru sama saja. Berarti dulu teriak karena tidak kebagian kue saja. Atau minimal penonton amatir yang suka neriakin pemain. Sehingga ketika suruh bermain, jauh lebih hancur. Demikianlah politik praktik yang tidak didasarkan pada pembentukan SDM terlebih dahulu.

Muhammadiyah tetaplah menjadi Muhammadiyah yang fokus membangun SDM. Terlalu banyak riset menyatakan metode terbaik mengubah keadaan adalah pendidikan dan kesehatan. Muhammadiyah on the track sejak mula. Tinggal memberikan scale up supaya tidak tergerus zaman. Bukan hanya modernisasi (wal’asri) namun dengan tetap membawa obor turats Muhammadiyah (al-Ma’un). Bila dua hal tersebut masih bisa kita bawa, Insyaallah Muhammdiyah masih layak seabad lagi. Wallaahu a’lam.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE