Beritamdmc

Gelar Workshop Kurikulum, MDMC Jateng Mantapkan Diklat SAR Muhammadiyah sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana

PWMJATENG.COM, Kota Magelang – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah sukses mengadakan Workshop Penyusunan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) SAR Muhammadiyah pada Sabtu hingga Ahad, 8-9 Juni. Kegiatan ini diadakan di SMK Muhammadiyah Kota Magelang dan diikuti oleh perwakilan MDMC dari seluruh Jawa Tengah.

Ketua Korps Instruktur MDMC Jawa Tengah, Yockie Asmoro, mengungkapkan bahwa pada periode sebelumnya, MDMC Jawa Tengah telah mengadakan 20 Diklat. Penyusunan kurikulum ini bertujuan untuk memperbaiki manajemen Diklat MDMC Jawa Tengah. “Dengan perubahan nomenklatur MDMC, yang sebelumnya bernama Lembaga Penanggulangan Bencana menjadi Lembaga Resiliensi Bencana, ke depan kita akan lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya pengurangan risiko bencana. Salah satu upaya pengurangan risiko adalah peningkatan kapasitas relawan, termasuk di dalamnya melalui pelatihan-pelatihan,” jelas Yockie.

Yockie menambahkan bahwa harapannya ke depan, MDMC di tingkat daerah akan menyelenggarakan lebih banyak kegiatan lagi. “Potensi relawan Muhammadiyah ada di daerah, dan MDMC Wilayah sifatnya menjadi fasilitator bagi daerah,” tambahnya.

Wakil Ketua PDM Kota Magelang, Yatino, dalam sambutannya menekankan bahwa relawan memiliki modal dasar yaitu keikhlasan. “Kegiatan kali ini bertujuan untuk menyusun kurikulum yang harapannya dapat diterapkan di daerah masing-masing dan menjadi panduan dalam pelaksanaan pelatihan,” ucap Yatino.

Baca juga, Inspiratif! 90 Sekolah Muhammadiyah Jateng Siap Bertransformasi Menjadi Sekolah Internasional!

Ia juga menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana yang diupayakan oleh MDMC membutuhkan kompetensi yang baik dan mumpuni. “Saya berharap kegiatan workshop ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kurikulum yang bisa menjadi standar bagi MDMC se-Jawa Tengah. Selain itu, MDMC juga diharapkan dapat mempererat kolaborasi dengan Lazismu untuk membantu masyarakat,” tambahnya.

Dalam workshop ini, beberapa kurikulum Diklat dibahas, termasuk Jungle Rescue, Water Rescue, Medical First Responder (MFR), dan High Angle Rescue Technique (HART).

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons bencana di wilayah Jawa Tengah. Dengan adanya kurikulum yang terstruktur dan standar, diharapkan relawan MDMC dapat lebih siap dan kompeten dalam menghadapi berbagai situasi bencana.

Selain itu, kolaborasi yang lebih erat antara MDMC dan Lazismu diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam penanganan bencana dan pengurangan risiko bencana. “Kita harus bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan, agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi masyarakat,” pungkas Yatino.

Ketua Bidang Data dan Informasi MDMC Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha, saat dihubungi redaksi menyampaikan, bahwa pada periode Muktamar ke-48 ini, MDMC Jawa Tengah ditargetkan memiliki 100 rescuer yang kompeten.

“Target 100 rescuer yang kompeten dari PWM Jawa Tengah ini menjadikan skema kurikulum kediklatan yang selama ini telah berjalan dengan baik mengalami sedikit perubahan. Nantinya, Anggota SAR Muhammadiyah yang mengikuti Diklat tingkat madya akan mengikuti Uji Kompetensi yang terstandarisasi Basarnas,” ucap Ulinuha.

Ia yang juga instruktur SAR Muhammadiyah Jawa Tengah ini juga menyampaikan, bahwa selama ini, SAR Muhammadiyah Jawa Tengah diakui kapasitasnya, baik oleh MDMC PWM lain, MDMC PP Muhammadiyah, maupun Organisasi Relawan, dan Organisasi Potensi SAR lainnya.

Editor : Ahmad

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE