Sentralisasi Pengelolaan AUM Terpadu

0
429

BREBES – Pentingnya sentralisasi Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah secara terpadu, dikelola oleh Pimpinan cabang Muhammadiyah untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan pemerataan pendapatan ( subsidi silang ). Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cileungsi – Bogor, Nasihin, S.Ei, M.Ei pada pertemuan yang dihadiri Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Brebes, PD Aisyiyah Brebes, Majelis Dikdasmen PDM Brebes dan LPPK PDM Brebes di Kantor PDM Brebes, Minggu (5/8).

Ketika Amal Usaha yang ada di daerah-daerah atau dimana saja, kata Nasihin, biasanya berfikir hanya untuk mengembangkan Amal Usahanya sendiri. Tidak berfikir apabila ada Amal Usaha lain yang belum berkembang untuk saling membantu. Semestinya berusaha untuk mengamalkan Surat Al Hasyr ayat 7 yang berbunyi “..supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu” dan surat Al Hujurat ayat 10 bahwa sesungguhnya orang-orang beriman itu saudara.

“Kenapa ini terjadi ? Karena Amal Usaha tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pengelola atau kepada kepala sekolah. Ketika AUM dibawah ranting atau cabang, kita melihat ada gaji yang gaji guru tinggi, tetapi ketika melihat gaji SD/MI itu rendah apalagi melihat gaji TK. Jadi di Muhammadiyah saja terjadi ketimpangan atau kesenjangan yang luar biasa, kalau ini tidak dikendalikan maka akan terjadi perpecahan,” paparnya.

7 sistem sentralisasi yang dilakukan PCM Cileungsi, lanjut Nasihin, sentralisasi di bidang management dan kepemimpinan, bidang keuangan, bidang Sumber Daya Manusia (SDM), bidang perencanaan dan audit, bidang pembangunan sarana dan prasarana, bidang purchasing (pembelian) dan unit produksi dan bidang ekonomi.

Hal senada disampaikan Bendahara Umum PCM Cileungsi Mustofa Idris, M.E.Sy bahwa semua catatan keuangan Amal Usaha Muhammadiyah yang mengelola adalah bendahara melalui aplikasi keuangan, sehingga data keuangan AUM bisa diketahui PCM.

“ Unit AUM yang disentralisasi dari TK sampai perguruan tinggi, unit AUM bidang ekonomi yaitu air mineran (Sun Q) dan konveksi, unit amal kesehatan yaitu PKO. Untuk memulai sentralisasi, komitmen pimpinan harus kuat dan juga menyiapkan SDM bagian keuangan yang kredibel,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Mustofa, harus menyiapkan Sistem Informasi Keuangan yg transparan dan akuntabledan yang paling penting menyiapkan Perangkat Pendukung lainnya dalam menunjang pelaksanaan Sentralisasi Keuangan.

KetuaPDM Brebes, Drs. H. Djoko Mulyanto, MPd menambahkan, ketika menjadi pemimpin agar mampu menjaga amanah dan tidak tergoda mengambil upah. Berusaha amalkan sura Al An’am ayat 90 bahwa menjaga amanah itu sangat penting.

“ Apabila ada amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang sudah maju, jangan merasa bahwa ini hasil usahaku, karena sejatinya dia adalah penerima amanat untuk mengelolanya,”pungkasnya.

(Lukmanul Hakim )