Kolom

Sehat Itu Mudah, Murah, dari Rumah

Sehat Itu Mudah, Murah, dari Rumah

Oleh : Khafid Sirotudin*

PENGANTAR (Iftitah)

Selama 4 hari berturut -turut LHKP bersinergi dengan MPKU PWM Jateng mengadakan kegiatan “Roadshow Ngaji Bareng: Sehat itu Mudah, Murah, dari Rumah”. Mulai hari Rabu hingga Sabtu, 18-21 September 2019.

Kegiatan yang diawali dari Aula PWM Jateng di Semarang (Session 1), berlanjut di Aula Fikes UMPP Pekalongan (Session 2), diteruskan di Gedung Rektorat UMP Purwokerto (Session 3) dan diakhiri di Gedung Siti Walidah UMS Solo (Session 4). Alhamdulillah semua session berjalan dengan baik.

Ada pesan implisit yang terungkap dari kegiatan Roadshow saat itu. Yaitu adanya informasi shahih tentang ancaman wabah atau pandemi berbasis virus/bakteri yang bakal melanda se antero jagad. Terbukti 6 bulan kemudian (Maret 2020) pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan hampir semua negara di berbagai belahan dunia.

LHKP-PWM yang diamanati mengurusi “kebijakan publik” terpanggil untuk melakukan langkah mitigasi agar supaya warga persyarikatan lebih siap mengantisipasi apabila pandemi benar-benar terjadi. Apalagi Ketua LHKP PWM Jateng telah mengikuti serangkaian ‘pengajian probiotik-siklus’ dengan salah satu pakar Mikro Bakteriologi dunia (Beliau wafat pada tahun 2021 lalu).

Baca juga, Fenomena Fraud pada KSPPS dan BMT

Disampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah mensupport kegiatan ini. PWM, MPKU, PW Aisyiyah, LAZISMu, RS Roemani PKU Semarang, Rektor UMPP, Rektor UMP, Rektor UMS, Prof. Dr. EM. Sutrisna, RS PKU Delanggu, kawan-kawan LHKP dan jejaring se-Jateng, serta berbagai pihak yang tidak bisa kami sebutkan semuanya.

Ucapan ‘maturnuwun ingkang kathah’ untuk nara sumber Mentor Probiotik Siklus Nasional Basuki Rokhmad (sudah meninggal tahun 2022 lalu), dokter Farida & putra ke-10 nya Muhammad (18 bulan), bu Esty (apoteker, farmakolog) yang berkenan membersamai kami melakukan “tawaf 4 putaran” dalam rangka Dakwah lewat Pangan, Dakwah untuk Lingkungan, melalui wasilah Probiotik Siklus, sejauh 500 kilometer mengelilingi Jawa Tengah.

Semoga ihtiar kita bersama menjadi amal shalih dan diridhai Allah SWT. Amin..

PROBIOTIK, TEMPE DAN TAPE
(Bagian Pertama)

Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran kita ketika pertama kali mendengar istilah probiotik? Tentu berbagai jawaban berbeda akan muncul dari setiap orang.

Namun jika pertanyaannya pernahkah kita makan tempe atau tape singkong, tentu hampir semua orang Indonesia akan menjawab: pernah. Nah, dalam membuat tempe atau tape singkong kita membutuhkan ‘ragi’ tempe atau ragi tape.
Di dalam ragi tersebut sejatinya adalah mikro- organisme (bakteri) positif yang membuat kedelai menjadi tempe dan merubah singkong menjadi tape.

Menurut kamus wikipedia, Probiotik adalah istilah yg digunakan pada ‘mikro-organisme’ hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/inangnya.

Beberapa contoh pada makanan diet yg mengandung bakteri bermanfaat seperti bakteri asam laktat (lactic acid bacteria-LAB) sebagai mikroba yg paling umum dipakai. LAB telah dipakai dalam industri makanan bertahun-tahun karena mampu mengubah gula dan karbohidrat lain menjadi asam laktat. Tidak saja memberikan rasa asam yang unik pada produk olahan susu seperti susu fermentasi, tapi juga berperan sebagai pengawet dengan cara mengurangi pH dan membuat kesempatan organisme merugikan untuk tumbuh lebih sedikit.

Baca juga, Sesama Ulama Salafi Pun (Sering) Berbeda Pendapat

Probiotik sering direkomendasikan oleh ahli nutrisi dan dokter, setelah konsumsi antibiotik, atau sebagai bagian dari pengobatan ‘candidiasis’. Banyak probiotik disediakan dalam sumber alaminya seperti Lactobacillus pada yoghurt atau sauerkraut.

Beberapa mengklaim probiotik mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dan bentuk yang paling umum dari probiotik adalah produk pertanian, peternakan dan makanan. Bagaimanapun tablet dan kapsul berisikan bakteri dalam kondisi dibekukan, juga dapat ditemukan di pasaran.

Beberapa produk fermentasi mengandung asam laktat bakteri yg mirip, walaupun sering belum dibuktikan memiliki efek probiotik atau kesehatan, antara lain: kefir, yoghurt, sauerkraut, kimchi, kombucha dan dadiah (susu fermentasi dari Minangkabau). Wallahu’alam

*Ketua LP-UMKM PWM Jawa Tengah & Ketua Bidang Jaringan dan Diaspora Kader MPKSDI PP Muhammadiyah.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE