Mendadak, SD Muh 1 Ketelan Dimonitor Pusdatin Kemdikbud RI

0
55

PWMJATENG.COM, SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menjadi jujukan Agus Triarso, SKom MPd Subkoordinator Perancangan Pusat Data dan Teknologi (Pusdatin) Kemdikbud RI saat monitoring dan evaluasi program bantuan kuota internet di tengah wabah Covid-19, Senin (23/11/2020).

Pada kesempatan yang sama Agus Triarso, secara spontan mengunjungi Radio Solo Belajar dengan memperhatikan physical distancing, jarak antar orang minimal 1 meter dalam berinteraksi serta berkomunikasi wakil kepala sekolah.

Visi menjadi radio siaran pendidikan, menebar pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM) dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan di Surakarta, Indonesia dan warga Dunia.

“Sobat belajar yang ada di manapun kalian berada. Kami tahu bahwa sobat belajar pasti sedang mengalami banyak keterbatasan dalam hal belajar. Karena kita saat ini sedang memasuki masa pandemi Covid-19,” sapa Agus, dengan senyum.

SD Muhammadiyah 1 Ketelan hadir untuk memberikan sumber belajar melalui radio solo belajar. Manfaatkan betul siaran-siaran pendidikan radio solo belajar untuk menjadikan belajar kalian lebih bermotivasi, lebih menarik dan bermanfaat tentunya.

“Kita akan banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran, yang sangat bermanfaat untuk mendukung pemahaman materi selama belajar dari rumah. Manfaatkan betul radio solo belajar,” tandas Agus dalam testimoninya.

Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti mengatakan siswa belajar di rumah (BDR), kami lakukan pembelajaran secara daring. Mengkombinasikan youtube dan radio. Radio streaming pertama dan satu-satunya di Kota Solo.

Seluruh guru wajib bisa siaran, memberikan materi pada siswa. Untuk menjamin kualitas pembelajaran melalui radio, peserta didik kemudian diberi tugas seputar materi yang disampaikan.

“Setiap hari kami berikan pembelajaran dengan penugasan secara daring sebagaimana kegiatan PBM di sekolah, cuma pelaksanaannya di rumah,” ujarnya.

Di jelaskan Sayekti, kegiatan monitoring mengisi blangko instrumen. Apakah kuota internet kemdikbud untuk belajar di rumah, bagaimana cara menggunakan kouta, apakah nomor ponsel telah menerima kouta internet kemdikbud dan apakah besar kuota internet mencukupi.

“Selain itu, menjelaskan bagaimana aktivitas pembelajaran di rumah yang dilakukan oleh siswa,” ungkapnya. (Humas, Jatmiko)