Berita

Mengulas Kembali Sejarah Muhammadiyah, Ikhwanushoffa Tekankan Pentingnya Semangat Al-Ma’un

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Ikhwanushoffa mengajak tenaga pendidik merenungi esensi dakwah humanis KH Ahmad Dahlan yang berfokus pada pelayanan sosial. Ia menekankan pentingnya mengentaskan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat dalam acara Baitul Arqom Tenaga Pendidik Universitas Muhammadiyah Surakarta di SD Muhammadiyah Program Khusus Ampel, Boyolali, Jumat (26/6/2026).

KH Ahmad Dahlan tidak membalas ejekan anak-anak kecil dengan kemarahan. Beliau justru melihat momen tersebut sebagai peluang untuk menyemai benih kebaikan.

“Waktu itu, hiburan anak-anak adalah didongengi. KH Ahmad Dahlan mengajak anak-anak yang mengejeknya untuk main ke rumah nanti diceritai,” ujar Ikhwanushoffa saat memberikan materi.

Beliau tidak hanya bercerita. Beliau meminta istrinya menyiapkan makanan istimewa bagi anak-anak tersebut. Dahlan memperlakukan anak-anak itu layaknya tamu bangsawan, bukan musuh.

Pendekatan dakwah humanis inilah kunci keberhasilan beliau. Anak-anak yang semula datang karena penasaran, akhirnya merasa nyaman dan dihargai. Mereka pun berjanji untuk kembali lagi esok harinya.

Transformasi dari Pembenci Menjadi Santri

Metode ini terbukti sangat efektif bagi KH Ahmad Dahlan. Anak-anak yang dulunya mengejek beliau, perlahan berubah menjadi santri yang loyal.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa dakwah tidak harus selalu melalui mimbar yang kaku. Perilaku nyata dan kasih sayang jauh lebih mampu meluluhkan hati yang keras.

“Dari perjuangan beliau yang bisa kita nikmati hingga saat ini, ada satu pesan penting. Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” tegas Ikhwanushoffa.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh tenaga pendidik dan pengelola amal usaha Muhammadiyah. Fokus utama mereka bukan pada keuntungan pribadi, melainkan pada kemajuan dakwah.

Relevansi Nilai Islam di Era Modern

Perjuangan sang kyai melampaui pendekatan personal. Beliau juga menekankan pentingnya generasi amalan, bukan sekadar generasi hafalan.

Dahlan mengajarkan Surat Al-Ma’uun selama tiga bulan berturut-turut untuk menguji pengamalan agama umat. Beliau ingin memastikan umat Islam benar-benar mempraktikkan agama dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menolong anak yatim dan fakir miskin.

Langkah ini membangun fondasi institusi kesehatan dan pendidikan yang kita kenal sekarang. Semangat untuk menolong kesengsaraan umum menjadi jiwa dari setiap langkah dakwah yang beliau rintis.

Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777