Inovasi Pembelajaran Matematika: Prodi UMS Kenalkan Model Flip Learning Berbasis AI
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta mengenalkan terobosan baru bagi para pendidik. Pihak kampus memperkenalkan model pembelajaran terbalik (Flip Learning) sebagai solusi jitu menghadapi tantangan zaman. Langkah strategis mengenai inovasi pembelajaran matematika tersebut mengemuka dalam Webinar Pendidikan Matematika 2026 Batch 2 yang berlangsung secara daring pada Sabtu (20/6/2026).
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, Ph.D., menegaskan komitmen kuat prodi dalam mendukung ekosistem pendidikan yang adaptif. Pihak jurusan sengaja merancang kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi bagi alumni maupun praktisi. Melalui agenda rutin tersebut, guru dapat merancang proses belajar yang jauh lebih bermakna sekaligus menyenangkan bagi para siswa.
Dongkrak Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
Narasumber utama webinar, Naufal Isharono, M.Pd., Ph.D., memaparkan tantangan klasik dalam ruang kelas konvensional. Selama ini, tenaga pendidik menghabiskan sebagian besar waktu tatap muka hanya untuk mendikte materi dan konsep dasar matematika. Akibatnya, porsi untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa menjadi sangat minim.
“Waktu mengajar sering habis untuk menjelaskan dasar materi saja. Padahal, kita harus mendorong siswa mencapai level berpikir kritis melalui ruang diskusi, kolaborasi aktif, serta pemecahan masalah,” ujar Naufal pada Kamis (25/6/2026).
Sebagai solusi konkrit, model Flip Learning menawarkan pembalik alur belajar tradisional. Melalui pendekatan ini, para murid wajib mempelajari materi dasar secara mandiri di rumah sebelum jam kelas dimulai. Langkah awal tersebut membuat durasi tatap muka di sekolah bergeser menjadi sesi interaktif yang berfokus pada pengerjaan proyek kelompok.
Pemanfaatan AI Gemini dan Fleksibilitas Era Digital
Menariknya, agenda pembelajaran di era digital ini turut memperkenalkan berbagai perangkat teknologi pendukung. Para guru dapat mengoptimalkan aplikasi GeoGebra untuk memvisualisasikan konsep angka secara interaktif. Selain itu, pendidik bisa memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) seperti Gemini dalam merancang pertanyaan investigatif yang memicu daya analisis siswa.
Naufal juga menjawab kekhawatiran peserta mengenai kendala keterbatasan akses internet di sejumlah daerah terpencil. Beliau menegaskan bahwa esensi utama dari inovasi pembelajaran matematika ini terletak pada fleksibilitas wadahnya. Guru tetap dapat membagikan materi awal melalui modul cetak sederhana tanpa harus memaksakan penggunaan platform daring yang berat.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



