Khutbah Iduladha KH Tafsir Bongkar 3 Rahasia Keputusan Anti Gagal
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Sebuah keputusan besar pantang dieksekusi tanpa proses berpikir maksimal dan keyakinan bulat. Prinsip kuno Nabi Ibrahim ini membedah tuntas anatomi pengambilan keputusan modern yang aman dari penyesalan seumur hidup, seperti yang terungkap dalam khutbah Iduladha KH Tafsir, pagi tadi.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, mengupas tuntas metode pengambilan keputusan yang akurat. Ia membongkar rahasia tersebut melalui pemaknaan fase Tarwiyah, Arafah, dan Nahar.
Ratusan jemaah shalat Iduladha di halaman Masjid Ukhuwah Islamiyah, Banyumanik, Semarang mendapatkan panduan langsung mengenai tahapan Tarwiyah (memikirkan), Arafah (meyakini), dan Nahar (mengeksekusi).
“Bahwa sesuatu sebelum kita eksekusi harus kita mulai tahapan Tarwiyah dan Arafah. Memikirkan sampai betul-betul sampai tahap maksimal, baru tahap berikutnya adalah Arafah, yakni meyakini,” ujar KH Tafsir di hadapan jemaah, Rabu (27/5/2026).
Mengelola Keraguan Secara Rasional
KH Tafsir menjelaskan bahwa keraguan memegang peran penting pada tahap awal memikirkan sebuah permasalahan. Manusia wajib memikirkan konsekuensi setiap pilihan secara komprehensif untuk menghindari tindakan yang sembrono.
“Setelah kita pertimbangkan, kita pikirkan, bahkan kita ragukan. Tapi karena datang terus-menerus, maka level berikutnya adalah meyakini. Setelah yakin bahwa ini adalah sesuatu yang benar, maka lakukan tahapan yang ketiga, yakni eksekusi,” tegas dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo itu.
Konsep tersebut terbukti sangat relevan memecahkan problematika hidup manusia modern. Kesabaran dan ketaatan membutuhkan landasan pikiran yang tajam agar tidak memicu kerugian bagi manusia itu sendiri.
Teladan Eksekusi Tingkat Tinggi
Nabi Ibrahim AS mencontohkan eksekusi perintah dengan risiko paling luar biasa. Sang Nabi tidak langsung mengeksekusi putranya pada hari pertama beliau menerima mimpi. Ada proses pertimbangan berlapis yang berujung pada keyakinan yang utuh.
“Tidak begitu mudah kita mengeksekusi tanpa melalui pemikiran dan keyakinan yang mendalam, yang komprehensif,” tambah KH Tafsir.
Rumus tiga tahap inilah yang menjamin kelancaran sebuah keputusan besar. Masyarakat masa kini wajib menerapkan prinsip Tarwiyah dan Arafah secara ketat sebelum mereka berani menekan tombol eksekusi dalam kehidupan nyata, sebagaimana pesan pamungkas dari khutbah Iduladha KH Tafsir hari ini.
Kontributor: Adib Abyan
Editor: Agung S Bakti




Beginilah kita ummat Muhammadiyah bersemangat berkiprah demi kemajuan dan kemandirian nangsa. Allahu akbar!!!