Berita

Penghormatan Terakhir, Pimpinan PDM Pikul Jenazah Tokoh Pendidikan Muhammadiyah Kota Semarang

PWMJATENG.COMSEMARANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang melepas kepergian salah satu kader terbaiknya ke peristirahatan terakhir. Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Semarang, Drs. Sutarto, M.M., berpulang ke rahmatullah pada Rabu (24/6) sore. Kepergian sang tokoh pendidikan Muhammadiyah ini menyisakan kesedihan mendalam bagi warga persyarikatan di Jawa Tengah.

Prosesi pemakaman pejuang literasi Islam tersebut berlangsung penuh khidmat pada Kamis (25/6/2026) siang. Sepanjang hidupnya, almarhum menorehkan rekam jejak dedikasi yang sangat besar dalam memajukan kualitas sekolah-sekolah Islam. Segenap jajaran pleno PDM Kota Semarang hadir memberikan penghormatan terakhir di rumah duka sejak pagi hari.

Aksi Takzim Jajaran Pimpinan Memikul Keranda

Suasana haru kian memuncak saat rombongan pelayat memberangkatkan keranda jenazah dari rumah duka. Dua Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dr. Bunyamin dan Drs. H. Nurbini, M.S.I., turun langsung memikul jenazah almarhum dengan penuh takzim menuju tempat salat. Langkah tersebut menjadi simbol penghormatan tinggi organisasi terhadap pengabdian besar Drs Sutarto MM semasa hidup.

Umat kemudian menyalatkan almarhum di Musala Jami’atul Ulum yang terletak tidak jauh dari rumah duka. Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Rosihan, bertindak langsung sebagai imam salat jenazah. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Semarang, turut hadir memberikan hantaran ucapan duka cita mendalam bagi keluarga.

Selepas ibadah, armada ambulans layanan Husnul Khatimah PDA Kota Semarang membawa jenazah menuju tempat pemakaman di Patemon, Gunungpati. Seluruh jajaran Majelis Dikdasmen PNF ikut mengantarkan sang mujahid hingga ke liang lahat.

Kajian Takziah Tiga Hari di Gajahmungkur

Untuk menguatkan spiritualitas keluarga yang ditinggalkan, pihak persyarikatan menggelar rangkaian agenda doa bersama. Pihak keluarga menyelenggarakan kajian takziah selama tiga hari berturut-turut bakda isya di Jalan Watulawang Timur III, Gajahmungkur, Semarang.

Beberapa tokoh terjadwal mengisi ceramah keislaman tersebut secara bergantian. Prof. Sarwi Mahmud mengisi kajian pada hari Kamis, Drs. H. Ahmad Fathurrohman, M.Kom. pada hari Jumat, dan Prof. Rosihan menutup rangkaian doa pada hari Sabtu.

Melalui momentum duka ini, PDM Kota Semarang berkomitmen penuh untuk merawat warisan pemikiran almarhum. Organisasi bakal terus melanjutkan nilai-nilai keteladanan sang tokoh pendidikan Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa lewat jalur dakwah.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777