Berita

Bukan Sekadar Kunjungan, Cara BEM FEB UMS & SEMA Trisakti Pecahkan Masalah Organisasi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – BEM FEB UMS menerima kunjungan studi banding dari SEMA Trisakti School of Management, Sabtu (30/5). Mereka membedah tantangan nyata organisasi kemahasiswaan melalui inovasi program kerja mahasiswa yang adaptif dan solutif.

Sebanyak 70 peserta membawa semangat brainstorming dan benchmarking ke dalam forum ini. Mereka berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi secara kolektif. Selain itu, para peserta fokus merumuskan inovasi program kerja mahasiswa yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kedua organisasi ini meyakini bahwa pertukaran gagasan menjadi kunci adaptasi utama. Karena itu, mereka mengintegrasikan sistem kerja yang lebih efisien ke dalam struktur organisasi masing-masing.

Transformasi Sistem Kerja Organisasi

Ketua BEM FEB UMS, Arif Ginanjar Pratama, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai pertemuan tersebut sebagai wadah pembelajaran yang sangat strategis bagi kedua belah pihak.

“Kami berharap memperoleh perspektif baru mengenai sistem dan mekanisme kerja organisasi melalui kegiatan ini,” ujar Arif. Selanjutnya, ia menegaskan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara BEM FEB UMS dan SEMA Trisakti School of Management menjadi prioritas utama.

“Pertemuan ini menjadi kesempatan baik untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi jangka panjang,” tambah Arif. Harapannya, hasil diskusi ini memberikan manfaat nyata bagi seluruh pengurus di lingkungan internal masing-masing lembaga.

Strategi Inovasi Melalui Studi Kasus

Peserta mengawali rangkaian kegiatan dengan prosesi pembukaan dan pemotongan tumpeng. Segera setelah acara formal, mereka melakukan visiting campus untuk mengamati budaya akademik di lingkungan UMS secara langsung.

Memasuki sesi inti, peserta membedah berbagai studi kasus organisasi yang cukup kompleks. Mereka kemudian merumuskan beragam alternatif solusi inovatif guna menjawab permasalahan organisasi yang ada.

Diskusi berlangsung sangat aktif karena muncul banyak ide segar dari setiap kelompok. Akhirnya, Forum Group Discussion (FGD) menjadi penutup yang efektif bagi setiap departemen untuk mendalami peluang pengembangan program kerja ke depan.

Kontributor: Syaban/Maysali
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *