Berita

Mahasiswa Lintas 3 Benua Turun Tangan, Summer Camp FT UMS Lahirkan Inovasi Teknologi untuk UMKM Batik Surakarta

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Mahasiswa dari belasan negara di kawasan Asia, Timur Tengah, hingga Afrika menuntaskan aksi nyata mereka dalam ajang Summer Camp FT UMS 2026. Kegiatan internasional besutan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta ini resmi berakhir melalui penutupan megah di Hall Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (24/7/2026).

Program kolaborasi bersama Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta tersebut mematahkan stigma ajang pameran budaya biasa. Selama lima hari, 21–25 Juli 2026, para peserta justru terjun langsung membedah masalah teknis para pelaku UMKM batik lokal.

Terjun Langsung Selesaikan Masalah UMKM

Dekan Fakultas Teknik UMS, Prof. Ir. Mochamad Solikin, Ph.D., menegaskan komitmen program ini sejak awal. Pihaknya sengaja mengarahkan mahasiswa ke lapangan agar mereka mampu merancang teknologi tepat guna bagi masyarakat.

“Kalian datang ke usaha kecil, belajar memahami persoalan mereka, lalu memberikan ide dan solusi nyata,” kata Solikin.

Prinsip dasar seorang insinyur, lanjut Solikin, tidak boleh terbatas oleh batas wilayah. Oleh karena itu, para insinyur muda harus selalu siap menjawab persoalan global maupun lokal secara langsung.

Persaingan Ketat Mahasiswa Internasional

Ketua Panitia Summer Camp FT UMS 2026, Mohammad Nasrul Mubin, M.T., mengungkapkan bahwa antusiasme pendaftar luar biasa tinggi. Panitia mencatat ada 176 pendaftar dari berbagai negara yang bersaing ketat.

“Kami awalnya hanya merencanakan 10 kuota internasional. Namun, kualitas pendaftar membuat kami meloloskan 12 peserta,” jelas Nasrul.

Secara keseluruhan, Summer Camp FT UMS diikuti oleh 20 peserta terpilih. Komposisi ini terdiri dari 11 mahasiswa internasional, 6 mahasiswa FT UMS, serta 3 mahasiswa UMPKU Surakarta.

Dukungan skema RPUPS dan Hibah Pengabdian Dekan mendanai penuh seluruh rangkaian kegiatan inovatif ini.

Inovasi UMKM Batik Berbasis SDGs

Para peserta melewati pembekalan design thinking, kunjungan lapangan, hingga praktik membatik. Pembekalan tersebut menjadi fondasi utama bagi mereka untuk menyusun inovasi UMKM batik yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.

Ajang ini juga memadukan unsur akademik dan kebudayaan lokal secara seimbang. Para peserta menikmati pertunjukan Wayang Orang Sriwedari sebagai bentuk pengenalan budaya Indonesia.

Pada malam penutupan, panitia menganugerahkan gelar Best Active Participant kepada Moh’d Khamis Moh’d, mahasiswa Tanzania asal Nusa Putra University.

Apresiasi Dunia untuk Kampus UMS

Khamis mengaku sangat terkesan dengan fokus program yang menyelaraskan inovasi teknis dan Sustainable Development Goals (SDGs). Pengalaman memodernisasi industri batik tanpa merusak nilai tradisi menjadi pelajaran paling berharga baginya.

“Sebagai insinyur, saya belajar berinovasi tanpa membuang nilai budaya lokal,” tutur Khamis.

Selain itu, ia memuji atmosfer akademik UMS yang sangat ramah bagi mahasiswa internasional. Lingkungan belajar yang inklusif serta fasilitas laboratorium yang canggih sangat mendukung terciptanya kolaborasi global.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/