Berita

Sentil Paradoks Zakat Modern, Ikhwanushoffa Ajak Warga Hayati Teologi Al-Ma’un

PWMJATENG.COM, TEGAL — Wakil Ketua Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa memberikan pesan menohok dalam acara Kajian Ahad Pagi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Talang, Minggu (26/7/2026). Ia membandingkan semangat pengorbanan penganut Muhammadiyah era modern dengan masa awal pendirian gerakan oleh KH Ahmad Dahlan.

“Dulu saat Muhammadiyah masih miskin, para pendahulu mampu mendirikan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa,” tegas Ikhwanushoffa di hadapan puluhan jemaah yang hadir pada agenda Lazismu Tegal tersebut.

Ikhwanushoffa menilai kondisi saat ini justru berkebalikan. Muhammadiyah kini telah tumbuh menjadi organisasi yang kaya raya, tetapi sebagian fasilitas justru masih terasa membebani warga kurang mampu.

Gagasan Teologi Al-Ma’un dan Disparitas Ibadah

Inisiator kajian tersebut mengingatkan jemaah bahwa pendiri Muhammadiyah mengajarkan Surah Al-Ma’un selama tiga bulan berturut-turut. Pendekatan tersebut membuktikan bahwa ajaran agama wajib berwujud aksi nyata sosial, bukan sekadar teori hafalan.

Selanjutnya, Ikhwanushoffa menyoroti ketimpangan pemahaman urutan ibadah dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Masyarakat dinilai sangat antusias menjalankan puasa dan ibadah haji, tetapi acapkali mengabaikan kewajiban sholat dan zakat.

“Banyak orang berpuasa dengan semangat, namun mereka meninggalkan sholat Subuh. Begitu pula dalam dunia pendidikan, sekolah lebih sering mengajarkan manasik haji daripada membiasakan anak-anak untuk bersedekah,” jelas pimpinan Lazismu Jawa Tengah tersebut.

Edukasi Tata Cara Zakat Melalui Lembaga Resmi

Mengenai pengelolaan harta, pembicara memaparkan hitungan zakat penghasilan yang tepat. Kewajiban zakat mengikat seluruh pendapatan kotor yang diterima seseorang, bukan sisa harta setelah terpotong berbagai kebutuhan hidup sehari-waris.

Pengurus Lazismu Tegal tersebut juga menjawab keraguan masyarakat mengenai pembayaran zakat bagi individu yang masih memiliki tanggungan utang. Menurutnya, kewajiban membayar utang dan kewajiban menunaikan zakat harus berjalan secara berdampingan tanpa saling meniadakan.

Penulis materi kajian ini menutup paparannya dengan mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat melalui amil resmi sesuai tuntunan Surah At-Taubah ayat 103. Penyaluran Zakat Lazismu secara terorganisasi akan menjamin pemerataan bantuan kepada para mustahik secara adil.

Kontributor: Rizky Maradona
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/