BeritaPWM Jateng

Gerakan Kebangsaan Watugong (Gerbang Watugong) FKUB Provinsi Jawa Tengah Bersilaturahim dengan Ketua PWM Jawa Tengah

PWMJATENG.COM, Semarang – Gerakan Kebangsaan Watugong (Gerbang Watugong) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Rombongan FKUB yang terdiri dari 14 orang dengan latar belakang agama dan kelompok kepercayaan yang berbeda, bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan menjaga kerukunan antar berbagai organisasi di wilayah tersebut, Rabu (8/10/23)

KH. Taslim Syahlan, Ketua FKUB Jawa Tengah, menjelaskan, “FKUB Jawa Tengah berjejaring dengan 50 organisasi yang bersatu dalam Gerakan Kebangsaan Watu Gong. Kami bermaksud bersilaturahim dengan Ketua PWM Jawa Tengah sekaligus Keluarga Besar Muhammadiyah. Kami juga meminta dukungan dan arahan atas upaya kami untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan berbagai organisasi keagamaan ataupun penghayat kepercayaan.”

Selama kunjungan tersebut, sejumlah perwakilan dari berbagai kelompok kepercayaan dan agama menyampaikan pesan dan harapannya. Seorang perwakilan dari Ahmadiyah, dalam rekomendasi dari para tokoh termasuk Tanfiziyah PWNU Jawa Tengah dan Kakanwil Kemenag, menyatakan komitmen Ahmadiyah untuk membuka diri kepada masyarakat. Ia juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, Jemaat Ahmadiyah akan menyelenggarakan kegiatan di Asrama Haji Donohudan.

Baca juga, Diikuti Ratusan Peserta, Rakerwil-Rakorwil LP-UMKM PWM Jateng dan MEK PWA Jateng Resmi Dibuka

Muhlisin dari Ahlul Bait Indonesia (ABI) menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua PWM Jawa Tengah karena selalu melibatkan FKUB. Khususnya ABI, dalam berbagai kegiatan. Ia menekankan pentingnya persamaan dan kolaborasi antar berbagai kelompok dalam menciptakan kerukunan di masyarakat.

“Tentu ada modal besar ketika kita taaruf. Dan modal tersebut adalah persamaan. Persamaan ini lebih penting ketimbang perbedaan. Kita harapkan taawun antara Muhammadiyah, NU, Syiah, dan berbagai kelompok lainnya dapat berjalan dengan baik,” ucap Muhlisin.

Romo Didik, perwakilan dari Gereja Katolik, berharap agar kerja sama yang sudah terbangun dapat berlanjut ke depan. Selama ini, Gereja Katolik merasa dihargai dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan FKUB.

“Selama ini kami juga berterimakasih kepada FKUB, bahwa Gereja Katolik senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan-kegiatan,” ucap Romo Didik.

Ia juga berharap para pemimpin organisasi di FKUB dapat terus menjalin silaturahim. Adapun silaturahim ini harapannya tidak hanya di lingkup Keuskupan Agung Semarang, tapi juga hingga di Kevikepan, dan Paroki-Paroki.

Arifin, perwakilan dari Penghayat Kepercayaan, menyampaikan harapan bahwa Penghayat Kepercayaan juga akan terus diundang dalam berbagai event untuk mendapatkan pemahaman dan pengalaman baru.

Baca juga, Banjir Jamaah pada Tabligh Akbar, UAH: Tolong LSI, Surveynya Dikoreksi

“Kami berharap nantinya, jika terdapat event-event, Penghayat Kepercayaan bisa diundang agar mendapatkan pemahaman dan pengalaman baru,” harap Arifin.

Perwakilan dari kelompok Konghucu menyatakan peran FKUB dan kerja sama lintas agama bukan hanya sebatas narasi, tetapi juga dalam tindakan nyata untuk menjaga kerukunan dan kenyamanan di Jawa Tengah. Mereka berkomitmen untuk tetap eksis dan berkolaborasi dengan tokoh-tokoh lintas agama.

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., menyambut baik kunjungan dan silaturahim dari FKUB Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa perbedaan adalah hal yang wajar di Muhammadiyah, dan organisasi ini memiliki beragam aliran di dalamnya, seperti Puritan, toleran, MuhammadiNU, abangan, dan KrisMuha.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerawuhan semuanya di Kantor PWM Jawa Tengah. Jangankan sesama manusia, sesama Muhammadiyah juga beragam,” ucap Kiai Tafsir.

Baca juga, Sikapi SK PP Muhammadiyah tentang Pencalonan Legislatif, PWM Jateng Gelar Rakor dengan MLO dan PDM

Dalam konteks pendidikan di Indonesia Timur, sebagian besar siswa adalah non-Muslim, bahkan di Nusa Tenggara Timur (NTT), 80% siswa di sekolah Muhammadiyah adalah Kristen. Di Jawa Tengah, banyak perguruan tinggi Muhammadiyah yang menerima mahasiswa non-Muslim, dan SLB Muhammadiyah Limbangan juga terbuka untuk siswa dari berbagai agama.

“Di SLB Muhammadiyah Limbangan juga terbuka untuk semuanya. Tercatat saat ini terdapat 4 siswa Kristen.. Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jawa Tengah dengan jumlah 27 Perguruan Tinggi juga terbuka untuk semua. Karena bersekolah di Muhammadiyah, meskipun Kristen, para mahasiswa merasa bahwa dirinya Kader Muhammadiyah, itulah KrisMuha,” imbuhnya.

Ketua PWM Jawa Tengah menekankan semangat Muhammadiyah untuk menjadi pencerah di tengah dinamika masyarakat yang beragam. Ia juga menggarisbawahi kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, mirip dengan upaya yang dilakukan oleh umat Katolik. KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, bahkan belajar dari tokoh Katolik tentang pengelolaan sekolah, rumah sakit, dan panti sosial.

Keragaman adalah bagian dari Indonesia, dan organisasi-organisasi seperti Muhammadiyah dan FKUB berperan penting dalam menjaga kerukunan dan keberagaman. Mereka berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dan silaturahim guna memperkuat persatuan dan kesatuan di Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.