Berita

Abdul Mu’ti Bongkar Strategi Mitigasi Bencana ala Nabi Yusuf dan Nabi Nuh: Simak Detailnya!

PWMJATENG.COM, Jakarta – Pertemuan MDMC-Lembaga Mitra hari ini, Selasa (2/4) menjadi momen penting dalam merajut solusi mitigasi bencana di Indonesia, di mana Abdul Mu’ti mengambil inspirasi dari kisah Nabi Yusuf dan Nabi Nuh untuk membangun strategi yang lebih efektif. Dalam acara yang digelar di Jakarta, Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyoroti pentingnya kesigapan dalam menghadapi ancaman bencana.

Gathering MDMC kali ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi Menjalin Ukhuwah dalam Resiliensi Bencana Berkemajuan” yang dihadiri oleh berbagai mitra MDMC, membuka ruang diskusi dan kolaborasi untuk mencapai langkah-langkah konkret dalam mitigasi bencana.

Abdul Mu’ti dalam sambutannya menyampaikan, “Kisah Nabi Yusuf dan Nabi Nuh mengajarkan kita banyak hal, termasuk dalam hal mitigasi bencana. Kita harus belajar dari kisah-kisah ini untuk menyusun strategi yang lebih tangguh dan proaktif.”

Menurutnya, Islam memberikan panduan yang jelas tentang persiapan menghadapi bencana, seperti halnya yang tergambar dari kisah Nabi Yusuf dalam menghadapi tantangan melalui mimpi-mimpinya. “Pelajaran yang bisa kita petik dari sini adalah pentingnya persiapan logistik, seperti penyediaan makanan yang cukup sebagai langkah antisipasi terhadap bencana,” paparnya.

Baca juga, Boleh Bukber Asal Salat Maghrib Nggak Terlewat

Dalam konteks kisah Nabi Nuh, Abdul Mu’ti menekankan tentang pentingnya persiapan yang menyeluruh dan tidak terburu-buru dalam menghadapi bencana. “Nabi Nuh membangun kapal meskipun belum ada tanda-tanda badai, hal ini mengajarkan kita bahwa persiapan harus dilakukan sejak dini dan menyeluruh,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyoroti perlunya kesiapan mental dan infrastruktur yang memadai dalam menghadapi ancaman bencana. “Resiliensi dapat dibangun melalui mitigasi yang tepat dan infrastruktur yang tahan bencana. Kita harus memahami bahwa mitigasi bencana bukan hanya soal perawatan pasca bencana, tapi juga tentang persiapan yang matang sebelumnya,” tegasnya.

Dengan kolaborasi dan advokasi yang kuat bersama mitra MDMC, Abdul Mu’ti berharap dapat mewujudkan mental resiliensi yang lebih kuat dan tangguh di masyarakat. “Kami berharap advokasi kebijakan, edukasi publik, dan penggalangan dana dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun resiliensi yang kokoh,” pungkasnya.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE