ARSADA

0
202
pengajian muhammadiyah
Pengajian Arsada PRM Penyangkringan, Weleri, Kabupaten Kendal

Oleh : Khafid Sirotudin*

Alhamdulillah malam ini (23/12/2019) untuk kesekian kalinya Saya bisa mengikuti pengajian rutin bapak-bapak Arsada sepekan sekali, setiap Senin malam Selasa. Arsada merupakan kepanjangan dari Arisan Sarana Dakwah. Yakni sebuah amal usaha pengajian rutin milik PRM Penyangkringan Kecamatan Weleri. Berdiri tahun 1980, berarti saat ini sudah berusia 39 tahun.

Awalnya Arsada diikuti bapak-bapak dan ibu-ibu yang dicampur dalam satu majelis. Namun 3 tahun sejak kelahirannya kemudian dipisah anggotanya, Arsada untuk bapak-bapak, dan Arsadi (Arisan Sarana Dakwah Ibu-ibu) untuk ibu-ibu yang dilaksanakan setiap Ahad malam Senin.

Pengajian dan arisan berlangsung paling lama 1,5 jam, bakda isya’ pukul 19.30 atau 20.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Terkadang pengajian rutin Arsada juga dibarengkan dengan hajatan shahibul bait yang ketempatan, entah itu syukuran aqiqah, haji, pengajian takziyah dan lain-lain. Jadi ada keluwesan dalam pelaksanaan, tidak kaku dan anti sosial.

Anggotanya saat ini masing-masing sekitar 150-an, dari usia muda sampai yg sepuh-sepuh pensiunan seperti Ibu Saya yang sudah berusia 78 tahun, sementara almarhum Bapak Saya dulu menjadi pengurus Arsada era 80-90an.

pengajian muhammadiyah
Pengajian Arsada PRM Penyangkringan Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal yang dihadiri Ketua PDM Kendal, “Pak Kaji” Muslim (23/12/2019). Foto : dokumen pribadi

Yang menarik dari Arsada adalah:
1. Selain anggotanya beragam profesi dan kelas sosial, juga sebagian bukan aktivis Muhammadiyah.
2. Memiliki klub sepak bola Arsada Klub, yang mulai tahun ini diintegrasikan menjadi PS HW-Arsada Kendal.
3. Materi pengajian cenderung membahas masalah keagamaan entheng-enthengan berkaitan dengan persoalan keseharian.
4. Menjadi sarana interaksi sosial dan ekonomi jamaah, disamping sebagai wahana silaturahmi. Pengajian dan arisan dilakukan secara keliling dari rumah ke rumah anggota Arsada yang mendapat giliran arisan.
5. Sebelum acara arisan dan pengajian dimulai, diadakan nderes (ngaji) Juz Amma bergantian 1-2 ayat diantara jamaah yang sudah lebih dahulu hadir.
6. Sebuah komunitas pengajian rutin kelas kampung bisa istiqomah bertahan hingga berusia lebih 30 tahun adalah sebuah prestasi luar biasa, apalagi ada embel-embel “Arisan” meski iurannya tidak seberapa. Padahal di banyak tempat dan kasus, kalau sudah menyangkut “uang” meskipun kecil seringkali menjadi biang bubarnya komunitas sosial apapun.

Pengajian Arsada malam ini terasa istimewa, karena dihadiri “Pak Kaji” Muslim, Ketua PDM Kendal yang juga sebagai founding father Arsada. Padahal Pak Kaji Muslim baru saja cuci darah di RSI Muhammadiyah Kendal karena penyakit yang dideritanya.

Semangat berdakwah Pak Kaji Muslim memang luar biasa. Seringkali kami, jamaah yang masih (merasa) muda pekewuh atau lebih tepatnya isin (malu) dengan semangat tablighnya dalam mengembangkan Islam dan persyarikatan di masyarakat.

Setelah selesai mengikuti Arsada malam ini, Saya pun nongkrong ngopi di sebuah warung, Tritisan Coffee and Tea untuk menyelesaikan editing kitab saku Asmaul Husna dan menulis sedikit pengalaman spiritual di Arsada ini.

Semoga Arsada masih tetap bertahan sebagai sarana dakwah bagi komunitas warga dan simpatisan Muhammadiyah. Semoga juga Pak Kaji Muslim diberi kesembuhan dan sehat kembali. Aamiin.

Weleri, 23 Desember 2019.

*Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jawa Tengah