Spiritual Parenting: Mendidik dengan Keteladanan

PWMJATENG.COM, Boyolali – Mendidik dengan keteladanan menjadi pokok pembahasan Kegiatan spiritual Parenting yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus Boyolali pada Sabtu (31/3) di Aula Ahmad Dahlan SMP Muhammadiyah PK Boyolali.

Acara di awali sambutan -sambutan oleh Joko Triyanto,S.Kom.,M.Pd.I. Selaku Kepala Sekolah, Dwi Astanto,M.Ag. selaku PCM, dan Widada,M.Pd. selaku Dikdasmen PCM Boyolali.

Ustadzah Upik Yulianti, Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Boyolali menjelaskan bahwa sebanyak kurang lebih 78 siswa dan orang tua siswa menghadiri spriritual parenting ini.

“Peserta yang hadir kurang lebih 78 siswa dan orang tua siswa beserta beberapa tamu undangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan seminar parenting, sekolah ingin menyelaraskan visi misi sekolah dengan pembiasan siswa di rumah. Selain itu, kegiatan ini bisa sebagai wadah komunikasi orang tua dan sekolah dalam menyelesaikan permasalahan dalam mendidik anak.

BACA JUGA  Jawab Kegelisahan, Nasyiatul `Aisyiyah Purworejo Gelar Ramadhan Super Camp

Hadir sebagai pembicara, Pakar Parenting dan Motivasi yang juga
Ustadz Pujiono,S.Si.M.M. Ia memulai pemaparan materi dengan menguraikan konsep super parents kepada peserta seminar. “Orang tua yang super parents adalah orang tua yang hangat, kompak, penuh pengertian, punya visi, dan selalu menjadi pembelajar,” paparnya.

Menurutnya, orang tua harus berperan dalam setiap perkembangan anak dalam hal fisik, sosial, intelektual, dan moral spiritual. Ia mencontohkan dalam hal memberikan pemahaman masalah seksualitas kepada anak. Idealnya orang tua sebagai pendidik seksualitas bagi anak karena stimulus bermuatan seksual sekarang ini makin mudah diakses remaja.

Ia juga menekankan bahwa hal terpenting dalam mendidik anak adalah keteladanan dan dialog. “Misal, kesukaan anak bermain gadget maka kita arahkan kesukaan teknologi ke hal yang positif dan membuat kesepakatan waktu bermain serta kita pantau,” jelasnya.

BACA JUGA  AMM Banjarnegara Giatkan Pelatihan Relawan Penggerak Taman Pustaka

Akhir sesi, Ia berpesan kepada orang tua bahwa keteladanan itu penting dan keterbukaan dengan anak melalui dialog. Melihat value anak adalah saat anak tidak bersama dengan kita.

Menguatkan konsep mendidik ala super parents, Widada,M.Pd.., yang juga Majelis Dikdasmen PCM Boyolali dan Pengawas Dinas Pendidikan Prov.Jawa Tengah juga mengawali paparan dengan menjelaskan realitas sosial kehidupan sekarang dimana media sosial mulai merebak, budaya instan, dan pergeseran peran pendidikan.

“Pendidikan itu untuk mendewasakan anak. Maka perlu menjadi orang tua atau pendidik yang berwibawa. Menjadi orang tua yang berwibawa adalah dengan melaksanakan pendidikan disertai perwujudan norma-norma, komunikasi yang kritis-dialogis dan humanis. ” jelasnya.

Sumber : Ustadzah Upik Yulianti Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Boyolali

BACA JUGA  Masjid An Nuur Penyangkringan Sambut 1 Muharram Dengan Shalat Tahajud dan Pengajian
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts