Siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu Ikuti Kegiatan Sekolah Politik

PWMJATENG.COM, Lebaksiu – Para siswa SMK Muhammadiyah Lebaksiu ikuti kegiatan sekolah politik bagi pemula penanaman kegiatan sekolah politik perlu di terapkan sebagai itegrasi dari pembelajaran PKn . Para siswa yang terdiri dari kelas X sd XII Farmasi, Analis Kesehatan ,  Akuntansi dan Administrasi Perkantoran penuh semangat dan saling menayakan. Kegiatan ini menghadirkan Yuswan  ketua DPD PAN Kab Tegal sekaligus memberikan program CSR berupa bantuan pendidikan. Pada 7/9 bertempat di Gedung SMP/SMK Muhammadiyah Lebaksiu sebanyak 500 siswa ikuti dengan semangat.

Menurut Andi Riswandi  selaku Kepala SMK Muhammadiyah Lebaksiu menjelaskan .Pendidikan politik sebagai proses penyampaian budaya politik bangsa, mencakup cita-cita politik maupun norma-norma operasional dari sistem organisasi politik yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

BACA JUGA  Abdul Mu`thi: Muhammadiyah Diakui Dunia Berkembang Mensyiarkan Islam

Pendidikan politik perlu ditingkatkan sebagai kesadaran dalam berpolitik akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, sehingga siswa diharapkan ikut serta secara aktif dalam kehidupan kenegaraan dan pembangunan.

Pendidikan politik mengupayakan penghayatan atau pemilikan siswa terhadap nilai-nilai yang meningkat dan akan terwujud dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari dalam hidup kemasyarakatan termasuk hidup kenegaraan serta berpartisipasi dalam usaha-usaha pembangunan sesuai dengan fungsi masing-masing. Dengan kata lain pendidikan politik menginginkan agar siswa berkembang menjadi warga negara yang baik, yang menghayati nilai-nilai dasar yang luhur dari bangsanya dan sadar akan hak-hak dan kewajibannya di dalam kerangka nilai-nilai tersebut. Ungkap Andi.

Sedangkan menurut Yuswan selaku Ketua DPD PAN Kab Tegal menambahkan para siswa ini perlu dikenalkan dan di jelaskan tentang pendidikan politik sebagai pembelajaran demokrasi. Berpolitik yang baik dan  Proses tersebut bukan hanya yang dilakukan dalam lingkungan pendidikan formal seperti sekolah tetapi juga meliputi pendidikan dalam arti yang sangat luas melibatkan keluarga dan juga lingkungan sosial. Lembaga-lembaga pendidian harus mencerminkan proses untuk mendidik warga negara ke arah suatu masyarakat sipil yang kondusif bagi berlangsungnya demokrasi dan sebaliknya harus dihindarkan sejauh mungkin dari unsur-unsur yang memungkinkan tumbuhnya hambatan-hambatan demokrasi ( Hendra Apriyadi)

BACA JUGA  Tingkatkan KOmpetensi Guru BK, SMK Muhammadiyah Selenggarakan Seminar "Remaja dan Media Sosial"
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts