Sido Muncul Salurkan Bantuan Untuk Bencana NTT

PWMJATENG.COM, SUMBA – Bencana banjir bandang yang disertai angin kencang telah menerpa 15 Kota dan Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terdapat sebanyak 124 jiwa meninggal dunia, dan 74 lainnya masih dinyatakan hilang. Sementara sebanyak 13.230 jiwa masih mengungsi di posko pengungsian yang sudah disediakan. Selain memakan korban jiwa, bencana ini juga menimbulkan kerugiaan materiil, yaitu sebanyak 1.962 rumah terdampak, serta mengalami kerusakan berat pada 24 fasilitas umum.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyumbangkan bantuan senilai Rp 650 juta untuk penanggulangan bencana di NTT. Bantuan tersebut telah disalurkan melalui beberapa lembaga kemanusiaan, seperti Benih Baik sebesar Rp 200 juta, Komunitas Muslim NTT ‘Aisyiyah (Organisasi Perempuan Persyarikatan Muhammadiyah) sebesar Rp 150 juta, Keuskupan Larantuka sebesar Rp 150 juta, dan Keuskupan Atambua Rp 150 juta.

BACA JUGA  SMP Muhammadiyah Lebaksiu Adakan Pembelajaran Kreatif Kerja Sama dengan Taman Teknologi Pertanian Tegal

“Bencana alam yang terjadi di tengah Pandemi Covid-19 ini membuat beban korban bencana menjadi jauh lebih berat. Kami harap bantuan ini bisa segera disalurkan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana.” ujar Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul.

Bantuan untuk Komunitas Muslim NTT ‘Aisyiyah diterima oleh Tri Lestari Masduki selaku Sekretaris Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Tri mengatakan akan segera memberikan bantuan ini kepada warga yang terdampak bencana.

”InsyaAllah kita akan segera memberikan bantuan ini. Kita sudah memiliki data mengenai apa yang dibutuhkan, sebab sudah ada tim kami di sana. Kami juga akan fokus membantu anak-anak, ibu-ibu, dan lansia.” Jelasnya.

BACA JUGA  Kader Anak Muhammadiyah, Pulanglah ke "Rumah"

LLHPB ‘Aisyiyah sendiri merupakan lembaga yang mengusahakan upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana. Hening Parlan, pengurus LLHPB Pusat yang sebelumnya berkoordinasi dengan Sido Muncul mengatakan, “Berkenaan dengan bencana yang terjadi di NTT ini, LLHPB ‘Aisyiyah telah berkomunikasi dengan ‘Aisyiyah Wilayah NTT dalam kegiatan respon bencana dengan serangkaian rencana kegiatan di antaranya adalah pemenuhan kebutuhan dasar, seperti: kebutuhan air bersih, pangan, sandang, pelayanan kesehatan, dan tempat hunian” jelasnya.

LLHPB ‘Aisyiyah mempersiapkan assessment untuk jangka panjang selama 3 bulan pada proses rehabilitasi dan rekonstrusi, dengan berbasis pada kegiatan pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan potensi warga dan amal usaha Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah setempat, dengan berkoordinasi kepada Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah NTT.

BACA JUGA  TESCA 2013 - ICT Smartest Campus. Universitas Muhammadiyah Semarang Peringkat 66 Se-Indonesia

Editor Tria

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts