SD Mutual Ajarkan Siswa Peduli Lingkungan Dengan Bersihkan Sampah dan Menanam Di Gunung Tidar

gunung tidar
Para siswa SD Mutual berfoto bersama setelah membersihkan sampah dan menanam anggrek

PWMJATENG.COM, Magersari – Para Siswa beserta guru SD Muhammadiyah Satu Alternatif Kota Magelang yang lebih dikenal dengan sebutan SD Mutual bergotong royong membersihkan sampah dan menanam anggrek di Gunung Tidar.

Gunung Tidar terletak di Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Gunung Tidar terletak ditengah-tengah Kota Magelang, kawasan yang berada di tengah Kota Magelang ini sebenarnya sebuah bukit namun masyarakat biasa menyebutnya Gunung Tidar.

Kegiatan membersihkan sampah dan menanam anggrek dalam rangka Gerakan Bukitku Bersih Bukitku Indah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (12/12/2018).

Ratusan siswa yang terdiri dari kelas 3 hingga kelas 6 beserta guru sangat semangat mendaki Gunung Tidar dan bahu membahu membersihkan  sampah yang ada di sekitar Gunung Tidar.

BACA JUGA  Musyda Ke-XIX DPD IMM Jateng Tetapkan 38 Nama Calon Formatur

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lukman Novianto, S.Pd.I, M.Si menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini yaitu untuk mengedukasi para siswa agar cinta kepada lingkungan.

“Siswa SD Mutual sebagai generasi harapan bangsa harus dapat membiasakan diri untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena menjaga kebersihan lingkungan merupakan sebagian dari iman, juga memberikan banyak manfaat baik untuk diri sendiri dan untuk orang lain,” ungkapnya.

harapannya dari kegiatan ini adalah para siswa lebih mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan. selain itu juga siswa dapat mengenal ekosistem lingkungan yang ada di Gunung Tidar.

Sementara itu Apik Ginarisa Siswi Kelas 5 Uwais Al Qorni menyampaikan perasaan senangnya karena teman-temannya sangat antusias membersihkan sampah yang ada di Gunung Tidar.

BACA JUGA  Musyda PDNA Purworejo Canangkan Gerakan Dakwah Komunitas

“Sampah-sampah yang kita ambil di sepanjang Gunung Tidar dikumpulkan dan dimasukkan kedalam kantong plastik yang telah disediakan oleh bapak dan ibu guru,” ucapnya.

Lanjut Apik menambahkan bahwa masing-masing sampah yang diambilnya dipisahkan antara sampah organik dan an organik. “Ada yang mengambil sampah organik dan ada yang mengambil sampah an organik, ” tutupnya. (Noer)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts