Rustam Aji Pandanaran; Anak Pendiam, Penurut dan Disiplin Itu Ke Negara Matahari Terbit

0
869
Rustam Aji Pandanaran sebelum terbang ke Jepang berpose dengan Sekretaris PAY Hj. Siti Rohmah Kaliwungu, Moh Fadjri Ahady (foto dok: Fadjri Ahady)

PWMJATENG.COM, KENDAL -Tersediannya fasilitas yang dimiliki oleh seseorang belum tentu menjadi jaminan masa depannya akan lebih baik, sebaliknya keterbatasan seseorang karena keadaan tetapi memiliki kemauan kuat untuk merubah masa depan yang lebih baik bisa saja terwujud. Hal itu terlihat pada diri lelaki bernama Rustam Aji Pandanaran (21). Kesedihan Aji, begitu ia disapa diawali dengan Sang ibu, Rokhiyati yang meninggal karena melahirkannya.Dan ayahnya, Buyung Damanik hanya mengasuhnya beberapa bulan kemudian pergi meninggalkan Aji. Entah kemana sang ayah sampai sekarang tidak kunjung pulang. Rustam Aji Pandanaran kemudian diasuh oleh neneknya. Aji hanya mendapat belaian kasih sayang dari sang nenek sampai umur 7 tahun, selanjutnya selama 12 tahun Aji hidup di Panti Asuhan Yatim (PAY) Hj. Siti Rohmah Kaliwungu, sebuah lembaga sosial milik Muhammadiyah yang menampung, mendidik, dan memeilhara anak – anak yatim.

Sekretaris PAY Hj. Siti Rohmah, Moh. Fajri Ahady menyampaikan selama berada di panti, Aji termasuk anak pendiam, penurut dan tanggungjawab. “ Kelihatnnya Aji tahu diri kalau hidup di panti itu berbeda dengan teman – temannya ketika di bangku sekolah “ kata Ahady ketika ditemui awak media pwmjateng.comKamis (27/9) di ruang kerjanya. Menurut beliau sikap penurut ditunjukkan oleh Aji karena peraturan dan tata tertib di panti bertujuan baik demi masa depannya. “ Seluruh penghuni panti sangat diharapkan masa depannya lebih baik, maka tata tertib panti harus ditaati karena demi masa depan. Kedisiplinan dan ketertiban beribadah merupakan kunci utama dalam kehiduan sehari – hari selama berada di rumah panti asuhan “  ujarnya. Ditambahkan selama 12 tahun Aji pulang ke rumah neneknya hanya 12 kali. “ Dia pulang hanya pada waktu lebaran untuk menemui neneknya. Itupun hanya setengah hari dan kemudian kembali ke panti “

Usai lulus dari SDN Kumpulrejo Aji melanjutkan ke SMP Muhammadiyah 3 Kaliwungu dan lulus tahun 2014 kemudian diterima sebagai siswa SMK N 4 Kendal dengan jurusan Nautika. Tahun 2015 Rustam Aji Pandanaran pernah mewakili sekolahannya dalam lomba lari maraton dalam POPDA tingkat Kabupaten Kendal dan meraih juara 2.

Lulus SMK tahun 2017 Aji harus siap – siap hengkang dari PAY Hj. Siti Rohmah untuk mencari pekerjaan dan hidup lepas dari panti asuhan. Namun kemauan Aji itu tidak segera disetujui oleh pengurus panti.

Ketua PAY Hj. Siti Rohmah, H. Budiyanto Amalia menyarankan agar Aji mengikuti kursus ketrampilan untuk memperoleh kompetensi keahlian tenaga kerja luar negeri dengan tujuan negara Jepang. “ Aji kami minta untuk mendaftar ke Badan Penempatan, Perlindungan dan Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang “ kata Budiyanto. Diharapkan dengan lembaga tersebut Aji mampu mengikuti tahapan – tahapan dan persyaratan yang ditetapkan oleh BP3TKI. “ Karena yang dituju negara matahari terbit maka adat istiadat, seperti kedisiplinan kerja dan bahasa Jepang harus dikuasai secara lisan maupun tulis “ ungkapnya. Ditambahkan seluruh biaya kursus dan seleksi ditanggung oleh panti dan Aji kami anggap masih sebagai anak panti. “ Dan Alhamdulillah seleksi yang sangat ketat selama 6 bulan diikuti dengan baik, teriring dengan do’a akhirnya membuahkan hasil. Rustam Aji Pandanaran diterima kerja di Japan, negara matahari terbit “ ungkapnya. Beliau menganggap Aji adalah kader yang lahir dari rahim Muhammadiyah, diharapkan menjadi kader persyarikatan untuk ditiru dan dijadikan semangat oleh teman dan adik – adik di PAY Muhammadiyah. (Abdul Ghofur/MPI Kendal)

 

Catatan : Penulis tidak bisa menghubungi Rustam Aji Pandanaran, karena yang bersangkutan di Bandung sedang mengikuti pelepasan pemberangkatan menuju Jepang.