Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108 Kota Surakarta

0
55

PWMJATENG.COM, Surakarta – Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke 108, maka AMM mengadakan acara Resepsi Milad dengan menghadirkan pembicara yaitu H.Fathurrahman Kamal, LC, MSI. H. Fathurrahman Kamal merupakan Ketua Bidang Taligh PP Muhammadiyah, 16 November 2020. Resepsi Milad kali ini mengusung tema “Mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerahkan semesta”. Meskipun dilaksanakan secara offline namun tetap menerapkan standar protokol kesehatan, acara ini bertempat di Balai Dakwah Muhammadiyah Kota Surakarta yang diikuti oleh Organisasi otonom Muhammadiyah.

Sebelum memasuki serangkaian acara resepsi milad, terlebih dahulu terdapat penyampaian arahan berkaitan dengan standar protokol kesehatan yang disampaikan oleh Dr. Din Kalbu selaku ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Centre kota Surakarta. Berdasarkan arahan dari MCCC, terkait dengan pelaksanaan acara ini harus sesuai dengan standar protokol kesehatan yaitu harus menjaga jarak maupun tempat duduk, memakai masker, menghindari berjabat tangan, jika demam ataupun sakit tidak boleh mengikuti acara, cek suhu tubuh sebelum memasuki ruangan maksimal 37,3 derajat, gunakan hand sanitizer setelah menyentuh fasilitas, budayakan batuk atau bersin menggunakan tisu atau menutup mulut dan hidung dengan lengan atas tangan, menjaga kualitas udara dengan membuka pintu ruangan, dan yang terakhir terkait pelaksanaan acara ini direkomendasikan tidak boleh terlalu lama yaitu maksimal hanya 2 jam saja.

Sambutan yang disampaikan oleh Ketua PDM Surakarta Drs. H. Subari adalah mengenai penerapan protokol kesehatan, asas muhammadiyah yang menaati peraturan pemerintah yang sah, menaati peraturan yang dikeluarkan oleh satgas covid-19 untuk memutus rantai penyebaran covid-19, penyelenggaran milad Muhammadiyah di Surakarta menggunakan penanggalan hijriyah dan filosofi tarwiyah 8 dzuhijah tanggal milad Muhammadiyah yang mengakui bahwa Muhammadiyah memperingati milad ke-111, dan penegasan bahwa muhammadiyah salafi dalam bermanhaj serta dinamis dalam berdakwah.

Beberapa poin yang disampaikan oleh pembicara yaitu H.Fathurrahman Kamal, LC, MSI adalahkesempurnaan tawakal dengan menaati sop protokol kesehatan, Muhammadiyah merupakan “hadza min fadli rabbi” sebagai karunia dan keutamaan dari Alah yang patut untuk kita syukuri, tajdid paham Muhammadiyah yaitu melakukan pemurnian terhadap aspek peribadatan dan pengembangan muamalah secara dinamis, mengutip  surat Al ahzab ayat 72 tentang keyakinan terhadap aqidah bahwa Muhammadiyah merupakan sebuah amanah yang patut dijaga dan hanya sanggup diambil oleh manusia, membangun peradaban dengan menegakkan keadilan, menjauhi kedzaliman dan kebodohan, menyinggung terkait sikap mempertuhankan hawa nafsu.

Beliau juga membahas tentang kondisi sekarang merupakan hidup dizaman komunalisme dengan mengedepankan kesombongan dan kecongkakan seperti yang dirumuskan berdasarkan hasil muktamar, harus menumpahkan darah dijalan Allah untuk membela agama Allah dan rasul-Nya karena di Muhammadiyah tidak terdapat ajaran memuliakan manusia dan rela mati untuknya tentunya dengan mengedepankan sikap mempertimbangkan bahwa orang tersebut masih memiliki sifat manusia, menyinggung tentang cadar dan radikal, pembimbingan terhadap kader muda muhammadiyah supaya paham akan dalil-dalil, aqidah, dan syariah.Memberikan renungan internal dengan mengutip Q.s Al imron ayat 103 dan 110 tentang pentingnya berpegang pada tali Allah untuk berdakwah. (*)