Gandeng Kemendikdasmen, Relawan Muhammadiyah Siapkan Generasi Tanggap Bencana Berbasis Vokasi

PWMJATENG.COM, MAGELANG — Tantangan bencana di Indonesia saat ini menuntut kesiapan yang jauh lebih matang. Oleh karena itu, DPD IMM Jawa Tengah dan DPD IMM DIY merespons kondisi tersebut secara cepat. Kedua pihak resmi mengukuhkan Holistic IMM Care Kawan Relawan Muhammadiyah di Hotel Atria Magelang pada Minggu (24/5/2026).
Langkah kolaborasi lintas provinsi ini berupaya melahirkan konsep baru dalam aksi kemanusiaan mahasiswa. Selain itu, dua direktorat Kemendikdasmen RI memberikan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Sinergi nyata tersebut bertujuan mencetak relawan masa depan yang tangguh sekaligus adaptif secara vokasional.
Agenda penting ini juga menghadirkan sejumlah tokoh kunci nasional dan akademisi. Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. tampak hadir secara langsung. Begitu pula dengan Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen Pendidikan Vokasi Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd., serta Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si.

Jihad Kemanusiaan Berbasis Kompetensi Ilmiah
Saat memberikan arahan, Staf Ahli Kemendikdasmen Mariman Darto menegaskan poin penting terkait manajemen bencana modern. Beliau menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam ranah kebencanaan harus melompat jauh ke hulu. Namun, manajemen tersebut tetap membutuhkan kesiapan matang yang terstruktur dari awal.
“Peran IMM dalam penanggulangan bencana bukan sekadar aksi sosial biasa. Ini adalah jihad kemanusiaan yang membutuhkan perpaduan antara kompetensi ilmiah, kekuatan spiritual, dan ketangguhan mental,” ujar Mariman di hadapan para kader.
Sementara itu, langkah taktis Relawan Muhammadiyah ini berjalan selaras dengan program manajemen talenta nasional. Melalui program tersebut, pemerintah mengidentifikasi dan mengembangkan kapasitas kerelawanan anak muda secara profesional. Dengan demikian, pola pembinaan ini mampu memperkuat pilar penopang ketahanan nasional saat menghadapi situasi darurat.
Standar Kompetensi dan Keterampilan Khusus Relawan
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya memaparkan komitmen kementeriannya. Ditjen Vokasi kini siap memfasilitasi program pelatihan khusus bagi mahasiswa. Lebih lanjut, program ini akan menyesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Direktorat Kursus dan Pelatihan mendukung pelatihan berbasis kebutuhan masyarakat. Kami mendorong peningkatan kompetensi relawan, dan mengembangkan pendidikan kecakapan hidup life skills,” jelas Yaya.
Namun, Yaya juga mengingatkan bahwa niat baik saja tidak cukup dalam situasi krisis. Gerakan kemanusiaan tetap memerlukan standardisasi kualifikasi yang jelas dan terukur. Standar tersebut memastikan aksi penyelamatan berjalan efektif serta meminimalkan risiko sekunder di lokasi bencana.
“Relawan yang tangguh lahir dari pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan keterampilan relawan menyelamatkan, dengan empati relawan menguatkan,” tambahnya secara filosofis.
Sinergi Regional Demi Dampak Luas
Sinergi kokoh antara IMM Jawa Tengah dan IMM DIY ini segera mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan wadah kerelawanan ini. Beliau menilai langkah tersebut mampu melahirkan skema aksi kemanusiaan yang lebih tertata.
Selanjutnya, kolaborasi lintas sektor ini mengikat komitmen antara organisasi kepemudaan regional, institusi pendidikan tinggi, dan birokrasi kementerian. Sinergi tersebut berpotensi menjadi role model baru di Indonesia. Akhirnya, format baru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem tanggap bencana yang profesional dan inklusif.
Melalui wadah baru ini, Relawan Muhammadiyah siap mengambil peran terdepan di masyarakat. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa kini tidak lagi sekadar hadir, melainkan membawa solusi nyata yang berbasis pada keahlian khusus.
Kontributor: Medkom IMM Jateng
Editor: Alafasy



