Sebut Dangdut Musik Paling Komplet, Rektor UMP Buka Lomba Dangdut Peksimida Jateng 2026
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Sebanyak 50 penyanyi mahasiswa dari 33 perguruan tinggi bertarung menunjukkan keahlian olah cengkok vokal dalam Lomba Dangdut Peksimida Jateng 2026 di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Senin (13/7/2026).
Keunikan Cengkok dan Identitas Musik Bangsa
Ajang bergengsi ini menghadirkan iklim kompetisi yang unik dan sarat nilai seni. Komposisi peserta terdiri atas 24 penyanyi putra dan 26 penyanyi putri yang siap bersaing menunjukkan kemampuan olah vokal terbaik mereka di panggung Jawa Tengah.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menegaskan bahwa dangdut bukan sekadar hiburan masyarakat biasa. Musik ini memiliki karakter khusus yang membedakannya secara tajam dari genre populer lainnya. Menurutnya, kerumitan cengkok menjadi tantangan tersendiri bagi setiap penyanyi.
“Dangdut adalah salah satu genre musik yang paling komplet. Orang bisa menyanyikan lagu pop dengan lurus, tetapi dangdut harus memiliki cengkok. Karena itu saya berharap seluruh peserta mengikuti Peksimida kali ini dengan penuh kegembiraan dan menjadi duta-duta dangdut Tanah Air,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso saat membuka kegiatan.
Karakter vokal yang khas tersebut menjadikan musik dangdut sebagai identitas budaya yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia. Lewat panggung ini, para mahasiswa memikul misi penting melestarikan kekayaan seni tradisional.
Menuju Panggung Peksiminas 2026 di Jember
Sejalan dengan semangat kelestarian budaya, ajang ini sekaligus menjadi batu loncatan penting menuju tingkat nasional. Kontingen Jawa Tengah membawa misi besar untuk mempertahankan predikat juara umum yang berhasil diraih dalam dua edisi sebelumnya.
Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Formawa) Jawa Tengah, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M., menyampaikan apresiasi tinggi atas kesiapan UMP menggelar kompetisi seni mahasiswa ini. Pihaknya mengagumi konsistensi UMP yang senantiasa mendukung pembinaan bakat generasi muda.
“Hari ini Rayon 3 kembali menjadi tuan rumah tangkai lomba dangdut. Terima kasih kepada Bapak Rektor dan seluruh pimpinan UMP yang selalu mendukung kegiatan BPSMI maupun Formawa Jawa Tengah. UMP tidak pernah menolak ketika diminta menjadi tuan rumah karena kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan prestasi mahasiswa,” ujar Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M.
Ia optimistis talenta terpilih dari ajang ini mampu mengharumkan nama daerah pada tingkat nasional. Capaian manis pada dua edisi lalu menjadi pelecut semangat bagi seluruh kontingen.
“Kami berharap adik-adik dapat memberikan penampilan terbaik. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, tetapi melalui kegiatan ini mahasiswa dapat membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah maupun Indonesia,” tambahnya.
Dukungan Penuh Kampus untuk Prestasi Mahasiswa
Ajang ini juga membuktikan komitmen kuat UMP dalam memfasilitasi ruang tumbuh bagi minat dan bakat mahasiswa. Pihak rektorat terus memberikan dukungan penuh pada setiap agenda kemahasiswaan skala regional.
Ketua Rayon 3 Jawa Tengah sekaligus Wakil Rektor III UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menggarisbawahi pentingnya komitmen pimpinan dalam menyukseskan acara. Dukungan moral maupun material menjadi kunci kelancaran kompetisi tingkat provinsi ini.
“Pak Rektor selalu mendukung kegiatan kemahasiswaan. Yang penting memiliki prestasi, punya target, dan kegiatan bisa berjalan dengan baik. Komitmen beliau terhadap kegiatan kemahasiswaan luar biasa sehingga selama ini berbagai kegiatan di UMP dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si.
Pelaksanaan kompetisi ini diawali dengan sesi technical meeting serta pengambilan nada dasar sejak Senin (13/7/2026). Rangkaian acara yang tertata rapi memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil untuk bersinar.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



