PDM Jepara Perkuat Transformasi Digital Muhammadiyah melalui Bimtek SatuMu
PWMJATENG.COM, JEPARA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara resmi mengambil langkah konkret dalam mempercepat modernisasi organisasi. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) platform SatuMu Muhammadiyah, wilayah ini sukses memperkuat transformasi digital Muhammadiyah guna mempermudah pelayanan administrasi dan pemetaan potensi warga persyarikatan secara real-time.
Langkah strategis tersebut berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, Sabtu (23/5/2026). Puluhan Agen dan Verifikator dari seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Jepara hadir untuk menguasai sistem baru ini.
Sekretaris PDM Jepara, H. Hambali, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi pendataaan tersebut. Menurut Hambali, seluruh perwakilan cabang harus memandu warga dalam pengisian data digital. Langkah awal ini bertujuan agar pemantauan perkembangan anggota di Jepara berjalan lebih akurat.
Langkah Praktis Cara Membuat e-KTAM
Tim SatuMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amir Nashrudin, memandu langsung pelatihan teknis tersebut. Amir menjelaskan bahwa SatuMu Muhammadiyah merupakan jawaban atas tantangan pengelolaan aset dan data kader di era modern. Platform inovatif ini mengintegrasikan seluruh identitas warga dalam satu basis data yang aman.
Melalui sistem digital ini, Satu Data Muhammadiyah bukan lagi sekadar wacana di tingkat pusat. Pengurus tingkat ranting dan cabang kini memegang kendali penuh untuk memverifikasi data jemaah. Setelah verifikasi lokal selesai, tim pusat akan langsung mencetak kartu identitas resmi tersebut.
Proses migrasi Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) juga menjadi fokus utama dalam bimtek. Pengurus mengajarkan cara membuat e-KTAM baru bagi warga yang belum terdaftar. Seluruh peserta antusias mempraktikkan langsung sistem aplikasi hingga berhasil mendapatkan status persetujuan (approved).
Solusi Masalah Administrasi Warga
Selain memodernisasi data, momentum ini juga menyelesaikan masalah administrasi yang sempat tertunda. Perwakilan PCM Mayong, Ahmad Faozan, menyebutkan bahwa verifikasi ini sukses mengidentifikasi tunggakan kartu anggota lama. Faozan optimistis warga tidak keberatan karena dana tersebut akan kembali untuk membiayai program umat.
Hingga akhir acara, performa sistem di Jepara menunjukkan lonjakan yang sangat luar biasa. Data panitia mencatat kesiapan Agen dan Verifikator tingkat kecamatan melompat dari 0 persen menjadi 90 persen. Capaian kilat ini menempatkan Jepara sebagai salah satu daerah tercepat dalam implementasi data digital.
Pertemuan produktif ini berakhir dengan komitmen bersama untuk mengawal pendataan mandiri di wilayah masing-masing. Seluruh peserta berfoto bersama Tim Pimpinan Pusat sambil mengacungkan satu jari telunjuk. Pose tersebut menjadi simbol kekompakan gerakan SatuMu Muhammadiyah.
Kontributor: Dina Setyaningsih
Editor: Alafasy



