Berita

Inovasi Smart Body Care Mahasiswa UMS Bantu Anak Tunagrahita Kenali Bahaya

PWMJATENG.COMSURAKARTA – Guna memperkuat perlindungan anak berkebutuhan khusus, tim PKM-PM Artemis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan program Smart Body Care. Langkah ini menjadi metode edukasi proteksi diri yang adaptif bagi para siswa di SLB Negeri Colomadu, Karanganyar.

Melalui program Smart Body Care ini, mahasiswa UMS mengintegrasikan edukasi perlindungan diri dengan teknologi sensorik warna adaptif. Oleh karena itu, pendekatan visual ini efektif membantu siswa tunagrahita memahami batasan tubuh serta ancaman kekerasan seksual.

Selain itu, sistem edukasi ini membagi indikator keamanan ke dalam tiga warna sederhana yang intuitif. Contohnya, warna hijau menandakan kondisi aman, warna kuning berarti waspada, dan warna merah mengisyaratkan kondisi tidak aman.

“Melalui Program Smart Body Care, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan edukasi perlindungan diri dengan teknologi sensorik yang adaptif. Program ini terdiri atas lima kegiatan utama yang saling terintegrasi,” ujar Ketua Tim PKM-PM Artemis UMS, Bima Satwika Qiyamulail.

Edukasi Interaktif di SLB Negeri Colomadu

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UMS mengoperasikan program Smart Body Care di SLB Negeri Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Mereka menjalankan kegiatan ini secara interaktif melalui pendekatan visual, simulasi sederhana, dan pendampingan intensif.

Selanjutnya, alur kegiatan tersebut mencakup lima tahapan utama, yakni Kenali Tubuhku, Sentuhan Aman, Tutur Santun, Sistem Deteksi Dini, hingga Sapa Diri. Bahkan, melalui program Sapa Diri, mahasiswa mendorong para siswa untuk menjadi kader proteksi diri di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi berbasis teknologi sensorik anak berkebutuhan khusus ini. Pendidik menilai metode tersebut sangat komprehensif untuk mencegah aksi kekerasan di lingkungan sekolah inklusif.

“Kami menyambut baik program ini karena memberikan edukasi kepada siswa tentang proteksi diri. Kelima program yang ditawarkan sangat komprehensif dalam mencegah potensi kekerasan seksual,” ujar Kepala SLB Negeri Colomadu, Sri Asih Hariani.

Replikasi untuk Sekolah Inklusif

Pada dasarnya, langkah inovatif ini lahir dari kepedulian mahasiswa UMS terhadap kerentanan anak berkebutuhan khusus. Hasil kolaborasi lintas disiplin dari Program Studi Ilmu Komunikasi ini membuktikan kontribusi nyata akademisi dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Oleh sebab itu, keberhasilan program ini tidak boleh berhenti di satu sekolah saja. Pihak kampus terus mendorong agar sekolah-sekolah di berbagai daerah lain mereplikasi model edukasi proteksi diri ini secara berkelanjutan.

“Melalui Smart Body Care, UMS berharap model edukasi ini dapat direplikasi di sekolah inklusif lainnya sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah disabilitas,” ujar Dosen Pendamping PKM-PM Artemis UMS, Siti Azizah Susilawati.

Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/