BeritaKabar Daerah

Pertajam Kemampuan, Korps Muballigh Muhammadiyah Solo Kaji Manhaj Tarjih

PWMJATENG.COM, Surakarta – Sebuah momentum bersejarah terjadi di Solo pada Jumat Sore (19/1/2024) ketika Korps Mubaligh Muhammadiyah Surakarta menggelar kegiatan Munadharah yang membahas secara mendalam manhaj tarjih. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, menandai kerjasama erat antara persyarikatan dan lembaga pendidikan.

Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan menyampaikan sambutan selamat datang kepada para peserta Munadharah. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan ini, menjelaskan bahwa sekolah ini telah memberikan kontribusi positif dalam implementasi praktik pendidikan antikorupsi dari KPK RI.

“Terima kasih kepada para orangtua, warga Muhammadiyah yang telah memercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan di SD Muh 1 Solo. Untuk kuota tahun 2024/2025 sudah terpenuhi, sekarang sudah membuka inden PPDB tahun 2025/2025,” ungkapnya dengan bangga.

Dalam kajian ilmu yang disampaikan oleh Dr. Saiful Islam, manhaj tarjih dikupas secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa manhaj tarjih bukan sekadar “cara mentarjih” dalam konteks disiplin ilmu usul fikih. Dalam Muhammadiyah, tarjih bukan hanya aktivitas memperkuat pendapat yang sudah ada, tetapi lebih luas dan identik dengan ijtihad.

“Tarjih dalam Muhammadiyah diartikan sebagai setiap aktivitas intelektual untuk merespons realitas sosial dan kemanusiaan dari sudut pandang agama Islam,” terangnya.

Baca juga, Hisab: 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 11 Maret 2024, 1 Syawal Jatuh pada 10 April 2024

Menurutnya, tarjih dalam Muhammadiyah melibatkan ijtihad mengenai berbagai masalah sosial dan kemanusiaan dengan perspektif agama Islam. Pemahaman ini tampak dalam berbagai produk tarjih Muhammadiyah, seperti putusan mengenai etika politik dan bisnis, masalah perempuan, hingga fatwa terkait media sosial.

Dr. Saiful Islam juga memaparkan bahwa metodologi tarjih, yang melibatkan wawasan, sumber, pendekatan, dan prosedur teknis, tidak hanya bergantung pada prosedur teknis semata. Ia menggarisbawahi bahwa semangat pemahaman agama, menjadi karakteristik pemikiran Islam Muhammadiyah, memainkan peran utama dalam merumuskan tarjih.

“Semangat tajdid, toleransi, keterbukaan, dan ketidakafiliasian dengan mazhab tertentu menjadi ciri khas pemikiran Islam Muhammadiyah,” jelasnya.

Kegiatan Munadharah ini bukan hanya menjadi ajang kajian, tetapi juga penguatan sinergi antara Muhammadiyah dan lembaga pendidikan. Dengan demikian, Solo menjadi saksi perpaduan antara persyarikatan dan dunia pendidikan dalam merespons dinamika sosial dengan landasan nilai-nilai agama Islam. Temukan informasi lebih lanjut mengenai manhaj tarjih dan dampaknya di Muhammadiyah Surakarta.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE