Pengkaderan Relawan Aisyiyah Se-Jawa Tengah Telah Dirintis Jauh Sebelum Pandemi Muncul

PENGKADERAN RELAWAN AISYIYAH SE-JAWA TENGAH TELAH DIRINTIS JAUH SEBELUM PANDEMI MUNCUL.
Tim MDMC Jateng sedang memberikan pembekalan persiapan Water Rescue.

PWMJATENG.COM, JEPARA – Proses pengkaderan relawan Aisyiyah yang tergabung dalam fasilitator Lembaga Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA se-Jawa Tengah, telah dirintis jauh sebelum pandemi covid-19.

Tiga tahun silam di bulan Februari 2018 tanggal 16 – 18, bertepatan dengan 29 Jumadil Akhir sd 2 Rajab 1439 H. Selama 3 hari, ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Guru Agama Bustanul Atfal (IGABA) dan ibu-ibu LLHPB PDA se Jawa Tengah,berkumpul di Kompleks Perguruan SMA/SMK Muhammadiyah Mlonggo Jepara mengikuti Training Of Trainer (TOT) Kebencanaan yang dipandu oleh Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah.

Hari pertama dibuka setelah sholat jumat, dihadiri oleh para tamu undangan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Camat dan Muspika setempat turut hadir dalam acara pembukaan tersebut.

BACA JUGA  Gubernur Penuhi Janjinya Pada Wildan
PENGKADERAN RELAWAN AISYIYAH SE-JAWA TENGAH TELAH DIRINTIS JAUH SEBELUM PANDEMI MUNCUL.
Acara Pembukaan Training Of Trainer (TOT) Kebencanaan

Hari kedua, diawali tadabur alam di lingkungan kompleks perguruan SMP dan SMK Muhammadiyah Mlonggo, dilanjut materi kebencanaan, termasuk dapur umum dan psikososial.

Hari ketiga, setelah sholat subuh, para peserta menuju pantai Blebak Mlonggo Jepara, untuk mengikuti latihan penyelamatan diri di dalam air (water rescue) dilanjut penutupan pelatihan.

PENGKADERAN RELAWAN AISYIYAH SE-JAWA TENGAH TELAH DIRINTIS JAUH SEBELUM PANDEMI MUNCUL.
Peserta mengikuti pelatihan penyelamatan diri di dalam air (water rescue) di Pantai Blebak Mlonggo Jepara.

Suatu hikmah yang perlu kita perhatikan adalah terjadinya proses pengkaderan pada semua majelis, lembaga dan ortom di Persyarikatan Muhammadiyah. Setiap kegiatan harus melibatkan aspek kaderisasi, supaya tumbuh para kader muda yang handal dan piawai dalam berorganisasi.

Mengkader hendaknya menjadi ” kegemaran” para aktivis dalam persyarikatan, dengan tulus ikhlas dan sabar memunculkan personil yang kompeten agar pergerakan organisasi terus kearah ” berkemajuan” bukan stagnan apalagi berkemunduran.

BACA JUGA  Hajriyanto : Muhammadiyah Jangan Diajari Toleransi dan Kemajemukan !

Masih banyak tugas bagi kita semua, khususnya dalam mengelola LLHPB, baik pada divisi Lingkungan Hidup, maupun divisi Penanggulangan Bencana. Bagaimanapun kedua divisi tersebut saling terkait sehingga perlu terbentuknya super tim.

Masih membutuhkan waktu banyak untuk pendidikan dan pelatihan sebagai relawan yang berguna bagi persyarikatan, yang selaras dalam kodratnya sebagai perempuan islami . Sehingga menjadikanya perempuan tangguh, survive dan sigap disegala keadaan sesuai slogan yang diperankannya yakni “Aisyiyah Siap Untuk Selamat”.

Penulis : Deny Ana I’tikafia
Ketua Divisi Lingkungan Hidup
LLHPB PWA JATENG.

editor:isna

Total
5
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts