BeritaKabar DaerahOrtom

Musyawarah Daerah ke-4 Hizbul Wathan Banjarnegara: Meneruskan Perjuangan Pendidikan dan Karakter

PWMJATENG.COM, Banjarnegara – Hari Sabtu menjadi tonggak sejarah bagi Hizbul Wathan (HW) Banjarnegara dengan digelarnya Musyawarah Daerah (Musyda) ke-4 di SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara. Acara yang menghadirkan 163 peserta dari 84 qobilah di 26 Cabang ini bertema “Mencerahkan Banjarnegara, Memajukan Hizbul Wathan”, menonjolkan silaturahmi di antara anggota HW yang tersebar di AUM Pendidikan Banjarnegara, Sabtu (18/11).

Pembukaan Musyda ditandai dengan pertunjukkan parade semaphore oleh 15 siswa SD Muhammadiyah 1 dan 4 Banjarnegara, menambahkan semarak acara dengan gerakan yang kompak dan langkah yang rancak. Sugeng Riyanto, Ketua Kwartir Ranting Daerah (KWARDA) HW, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar Musyda ini membuat HW semakin menarik bagi anak muda di AUM.

“Semoga HW akan menjadi pergerakan yang lebih menarik bagi anak muda,” ujar Sugeng dalam sambutannya.

Taufik, Pimpinan Kwartir Wilayah HW Jateng, yang turut hadir, menekankan pentingnya peran HW sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah dalam membentuk karakter generasi muda. Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan sejarah berdirinya HW yang bermula dari ketertarikan KH Ahmad Dahlan terhadap gerakan kepanduan Hindia Belanda.

“Hadirnya HW di daerah harus menghidupkan kembali semangat kepanduan di ranting-ranting Muhammadiyah. Kaderisasi HW bertujuan melahirkan kader persyarikatan yang tangguh dan siap mengemban peran untuk kemajuan Muhammadiyah,” jelas Taufik.

Baca juga, Muhammadiyah di Usianya yang ke-111: Ikhtiar Menyelamatkan Semesta

Teguh Handoko, S.Sos, mewakili Pj Bupati Banjarnegara, menyoroti tantangan pendidikan modern dalam membentuk karakter siswa. “Membentuk karakter siswa saat ini menjadi tantangan yang tidak mudah. Keberadaan kader HW yang unggul akan menguntungkan Banjarnegara dan mengukuhkan panji kejayaan Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Drs. H. Sobri, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, menyebut Musyda sebagai arena evaluasi dan kaderisasi. Ia juga mengajak agar Persatuan Sepak bola Hizbul Wathan (PSHW) dihidupkan kembali, menekankan pentingnya mengembangkan organisasi olahraga lainnya untuk menarik minat anak muda.

“Musyda HW kali ini harus dapat menghasilkan gerakan persyarikatan yang enerjik. Kader HW wajib memelihara karakter Muhammadiyah dan siap mengemban amanah jika terpilih sebagai Ketua HW Kwarda Banjarnegara,” ujar Sobri.

Ketua Kwartir Pusat (Kwarpus) Aman Suryadi memberikan pengarahan dan mengumumkan rencana penerbitan buku pedoman tata seragam sesuai acara dan situasi. Aman menegaskan perlunya kepedulian HW terhadap lingkungan dengan menggelar kegiatan bersih sungai atau danau sebagai bentuk kepedulian terhadap pencemaran lingkungan.

“Selamat ber-Musyda, berlapang-lapanglah dalam majelis. Setelah menjadi pengurus HW, harus aktif berperan dalam pergerakan di HW,” pungkas Aman, mengakhiri rangkaian Musyda yang semarak dan penuh semangat.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.