BeritaKabar Dunia

Mengejutkan! Menteri Pertahanan Israel Tegur Netanyahu, Desak Rencana Jelas untuk Gaza Pasca Perang

PWMJATENG.COM, Tel Aviv – Tekanan internasional dan domestik meningkat terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera menetapkan tujuan strategis akhir bagi perang Israel-Hamas. Tekanan ini mencakup menghubungkan keuntungan militer Israel dengan solusi politik untuk Gaza.

Dalam teguran publik yang paling keras terhadap Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mendesak perdana menteri untuk membuat “keputusan sulit” mengenai Gaza pascaperang. Dalam pidatonya di televisi pada hari Rabu, Gallant memperingatkan bahwa tanpa tindakan konkret, keuntungan perang bisa tergerus, mengancam keamanan jangka panjang Israel.

Gallant mengkritik Netanyahu karena kurangnya rencana pascaperang untuk menggantikan kekuasaan Hamas. “Sejak Oktober lalu, saya telah mengangkat masalah ini secara konsisten di Kabinet dan tidak mendapat tanggapan,” katanya.

Komentar Gallant menggemakan pernyataan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, yang menyatakan bahwa Israel belum “menghubungkan operasi militer mereka” dengan rencana politik tentang siapa yang akan memerintah Gaza setelah pertempuran berakhir. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menekankan pentingnya rencana yang jelas untuk masa depan Gaza guna menghindari kekosongan kekuasaan.

Gallant menegaskan bahwa pemerintahan Israel di Gaza pascaperang tidak akan terjadi. Ia menyatakan bahwa wilayah tersebut harus dipimpin oleh “entitas Palestina” dengan dukungan internasional, posisi yang didukung oleh pemerintahan Biden.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, menolak mengomentari apakah pernyataan Gallant dikoordinasikan dengan para pejabat AS. “Kami sudah menyampaikan maksud kami,” ujarnya, menekankan pembicaraan yang sedang berlangsung dengan pemerintah Israel.

Baca juga, Inspiring! The Inauguration of Muhammadiyah Youth Leadership for the Europe and Mediterranean Region in Madrid

Seorang pejabat senior AS, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekhawatiran yang sama dengan Gallant. “Tujuan kami adalah melihat Hamas dikalahkan,” kata pejabat itu dalam pernyataan yang dikirimkan kepada VOA.

Netanyahu sendiri berpendapat bahwa perencanaan pascaperang tidak mungkin dilakukan tanpa menghancurkan Hamas terlebih dahulu. Meskipun pemerintahnya dan Washington sepakat bahwa Hamas tidak boleh terus memerintah Gaza, mereka berbeda pendapat mengenai siapa yang harus memimpin setelah perang.

“Kami tidak mendukung dan tidak akan mendukung pendudukan Israel,” tegas Blinken.

Komentar Gallant mencerminkan rasa frustrasi masyarakat Israel yang lelah dengan perang, kata Mairav Zonszein, analis senior Israel-Palestina di International Crisis Group. “Ini bukan hal baru, tetapi mencapai titik perubahan bagi beberapa orang di pemerintahan,” ujarnya.

Prospek kesepakatan gencatan senjata tampak suram sejak perundingan di Kairo gagal. Ketua Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup gencatan senjata permanen, penarikan penuh dari Gaza, dan pencabutan blokade.

Israel menolak komitmen apa pun untuk mengakhiri kampanye militernya. Menurut Nimrod Goren dari Middle East Institute, tujuan akhir kedua belah pihak masih “jauh berbeda.”

Meski situasi sulit, pemerintahan Biden terus mendukung solusi dua negara, berharap normalisasi dengan negara-negara Arab seperti Arab Saudi akan memudahkan tercapainya perdamaian. Jake Sullivan akan bertemu dengan pejabat Israel untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.

*Konten ini merupakan kerja sama pwmjateng.com dengan VOA Indonesia

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE