AUMBerita

Mahasiswa Asing di UMP Terpesona Belajar Macapat, Pengalaman Budaya Tak Terlupakan!

PWMJATENG.COM, Banyumas – Mahasiswa internasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendapatkan pengalaman budaya yang menakjubkan dalam pembelajaran Macapat, salah satu warisan sastra Jawa yang sarat makna.

Dosen pembimbing, Pratik Hari Yuwono SSn MA, menekankan bahwa pembelajaran Macapat menjadi pusat perhatian lintas budaya di UMP. Mahasiswa internasional diberi peluang untuk mengeksplorasi kedalaman bahasa dan pesan mendalam yang tersirat dalam setiap bait Macapat.

“Dalam suasana yang penuh keceriaan dan keingintahuan, mahasiswa internasional meresapi perjalanan panjang sejarah Macapat. Mereka mengeksplorasi bagaimana Macapat menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi sastra Jawa, memahami konteksnya dalam seni pertunjukan, dan kehidupan sehari-hari,” kata Pratik Hari Yuwono.

Pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), belajar Macapat tidak hanya menjadi pengenalan terhadap budaya Indonesia, tetapi juga latihan untuk meningkatkan pengucapan bahasa Indonesia melalui tembang.

Dengan bimbingan pengajar berkompeten dalam sastra Jawa, mahasiswa internasional menanggapi dengan antusias terhadap materi pembelajaran. Mereka belajar untuk menciptakan irama dan harmoni yang mencerminkan kekayaan budaya, memperkaya pengalaman belajar mereka.

Baca juga, Songsong Perubahan untuk Muhammadiyah Unggul dan Berkemajuan, PWM Jateng Gelar Konsolidasi

“Tidak hanya terbatas di dalam kelas, mahasiswa internasional juga diajak untuk menyaksikan pertunjukan wayang dan pentas karawitan yang membawa kekayaan seni tradisional Jawa,” tambah Pratik.

Program ini bukan hanya tentang memahami Macapat sebagai karya sastra, melainkan juga sebagai sarana mendalami Bahasa Indonesia. Mahasiswa internasional didorong untuk menangkap makna setiap kata, merasakan irama, dan menggali nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Macapat.

“Sehingga, pembelajaran Macapat di UMP bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan pengalaman lintas budaya yang memberikan wawasan mendalam tentang kekayaan budaya Indonesia. Mahasiswa internasional dapat merasakan kehangatan dan kebijaksanaan yang terkandung dalam setiap bait Macapat,” jelas Pratik.

Abdalrahim Agadouf, mahasiswa internasional asal Sudan, mengungkapkan bahwa belajar Macapat memberinya pengalaman berharga dan keindahan bahasa. “Belajar Macapat membawa saya lebih dekat dengan keindahan bahasa dan budaya Jawa. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga yang akan saya bawa pulang ke negara saya,” pungkasnya.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE