Jawab Tantangan Sampah hingga Mitigasi Bencana, KOKAM dan Kodam IV/Diponegoro Matangkan Rencana Aksi Peduli Lingkungan
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Komitmen nyata dalam merawat kelestarian alam terus membakar semangat para kader pemuda persyarikatan. Melalui panggilan tugas negara, Komandan KOKAM Kandangan Kodam IV/Diponegoro, Didik Sufyarani, resmi mewakili elemen sipil daerah ke tingkat provinsi. Menariknya, ia hadir mengenakan seragam loreng kebanggaan organisasi untuk berdiskusi langsung bersama jajaran komando militer tingkat atas.
Sejak pagi hari, sebuah minibus Elf telah membawa rombongan delegasi dari Markas Kodim menuju Kota Semarang pada Rabu, 3 Juni 2026. Rombongan tersebut hadir untuk mengikuti agenda penting bertajuk “Kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup”. Tentu saja, forum strategis yang bertempat di Aula Makodam ini bertujuan untuk menyatukan visi ekologi antara tentara dan masyarakat.
Kemanunggalan TNI dan Lintas Sektor Sipil
Pihak TNI sengaja menggandeng organisasi kemasyarakatan serta elemen kepemudaan guna menciptakan aksi pelestarian yang berdampak luas. Berdasarkan instruksi resmi, delegasi dari Koramil 08/Kandangan terdiri dari unsur Babinsa serta dua orang perwakilan ormas. Sementara itu, Koramil 12/Bulu mengirimkan perwakilan dari Karang Taruna dan komunitas Pecinta Alam setempat.
Selama acara berlangsung, keunikan corak pakaian para peserta langsung mencuri perhatian publik di dalam aula. Jajaran prajurit militer tampil gagah mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) Loreng Malvinas. Sebaliknya, para utusan sipil termasuk KOKAM Kandangan Kodam IV memakai atribut resmi lembaga masing-masing sehingga menciptakan harmoni visual yang indah.
Dakwah Ekologi Berbasis Aksi Nyata
Bagi Didik Sufyarani, tugas mengawal isu ekologi bersama jajaran militer merupakan bentuk tanggung jawab moral yang sangat besar. Anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ini menilai bahwa merawat alam merupakan bagian dari perintah agama. “Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata dari dakwah bil hal atau tindakan konkret,” tegas Didik dengan mantap.
Selama perjalanan menuju lokasi, silaturahmi antar-delegasi lintas kecamatan juga terjalin dengan sangat hangat. Mereka memanfaatkan momentum di dalam mobil untuk saling bertukar pikiran mengenai persoalan lingkungan di desa masing-masing. Pembahasan mereka mulai dari penanganan lahan kritis hingga manajemen pengelolaan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Rencana Aksi Konkret Setelah Pembekalan
Setelah menyerap seluruh pembekalan materi di Makodam, para peserta wajib melahirkan rencana aksi yang nyata di lapangan. Materi pembinaan lingkungan hidup kali ini mencakup gerakan reboisasi, pengamanan daerah resapan air, hingga mitigasi bencana alam. Oleh karena itu, alumni peserta kegiatan memikul beban penting untuk mengestafetkan ilmu tersebut.
Selanjutnya, pihak KOKAM siap bergerak menjadi motor penggerak edukasi bersama para Babinsa di tingkat desa. Langkah taktis ini mendapat dukungan penuh dari para pimpinan daerah demi kesejahteraan warga. Melalui aksi penanaman pohon serentak, Berita Muhammadiyah hari ini berharap sinergi kuat ini bisa terus menjaga hijaunya bumi pertiwi.
Kontributor: Wahyu Anggoro
Editor: Ayma



