Hadirkan Wayang Golek Pitutur, Akhirussanah MTs Muhammadiyah 7 Klego Pukau Ratusan Wali Murid
PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Dakwah PCM Klego 1, Kabupaten Boyolali. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menggelar acara pelepasan siswa atau Akhirussanah Tahun Pelajaran 2025/2026 secara semarak. Menariknya, agenda rutin MTs Muhammadiyah 7 Klego ini tampil beda dengan menyuguhkan pertunjukan seni tradisional yang sarat akan pesan moral keagamaan.
Sejak pagi hari, sebanyak 65 siswa kelas IX tampak khusyuk mengikuti prosesi pelepasan bertema masa depan gemilang tersebut. Selain itu, suasana semakin istimewa berkat adanya prosesi Wisuda Tahfiz Al-Qur’an untuk 35 siswa terbaik sekolah. Tercatat, para santri ini sukses merampungkan hafalan mereka mulai dari jenjang 1 hingga 5 juz.
Motivasi Hidup dari Tokoh Muhammadiyah
Ketua PCM Klego, H. M. Arifin, S.T., kemudian memberikan apresiasi tinggi kepada para lulusan yang telah menyelesaikan masa pendidikan. Arifin berharap seluruh alumni bisa terus menjaga akhlak Islami serta merawat semangat belajar mereka di jenjang berikutnya. Oleh karena itu, nilai-nilai kepemimpinan Muhammadiyah wajib melekat erat di dalam dada para siswa.
Selanjutnya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Boyolali, Drs. Kamtar, turut membakar semangat para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri. Menurut Kamtar, tantangan zaman modern saat ini berjalan semakin kompleks dan kompetitif. “Maka dari itu, lulusan madrasah harus memeluk erat bekal iman, ilmu, dan karakter yang kuat,” tegasnya di hadapan jamaah.
Tausiyah Budaya Lewat Wayang Golek Pitutur
Kepala MTs Muhammadiyah 7 Klego, Sarwanto, S.Pd., juga menyampaikan rasa syukur mendalam atas kelulusan seratus persen siswa kelas IX. Ia secara khusus memuji sinergi hebat antara guru dan orang tua murid selama tiga tahun ini. Setelah rangkaian sambutan selesai, panitia langsung menyuguhkan acara puncak yang paling penonton tunggu-tunggu.
Pada momen inti inilah, Ki Ustadz Pujiono naik ke atas panggung untuk mementaskan Wayang Golek Pitutur. Melalui gaya dakwah yang segar dan jenaka, sang dalang mengajak para lulusan untuk selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. Bahkan, beliau mengupas tuntas kandungan Surat An-Nahl ayat 89 mengenai berkah Al-Qur’an sebagai penunjuk jalan lurus.
“Hafalan yang tidak kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari itu ibarat lampu yang terang benderang tetapi tidak menerangi jalan,” tutur Ki Ustadz Pujiono. Oleh sebab itu, sang ustadz berpesan agar para alumni senantiasa menjaga shalat lima waktu serta hormat kepada orang tua. Tentu saja, petuah bijak dari karakter wayang tersebut sukses memicu gelak tawa sekaligus menguras air mata penonton.
Sebagai penutup, Berita Muhammadiyah hari ini melihat tangis bahagia para orang tua menjadi saksi kesuksesan putra-putri mereka. Melalui modal ilmu, akhlak mulia, dan hafalan Al-Qur’an, lulusan MTs Muhammadiyah 7 Klego kini siap melangkah mantap demi menjadi generasi penerus bangsa.
Kontributor: Pujiono
Editor: Ayma



