Berita

Jawab Tantangan Zaman, PP Muhammadiyah Gandeng Kemenag Rancang Madrasah Muhammadiyah Unggul

PWMJATENG.COM, JAKARTA – Ribuan pengelola instansi pendidikan Islam dari berbagai penjuru tanah air berkumpul dalam satu forum strategis berskala nasional. Melalui agenda silaturahmi daring, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sukses mempertemukan para pemangku kebijakan pada Rabu, 3 Juni 2026. Menariknya, forum ini fokus merumuskan peta jalan komprehensif demi mewujudkan tata kelola Madrasah Muhammadiyah Unggul yang adaptif terhadap arus digitalisasi.

Sepanjang acara, sebanyak 500 partisipan aktif memadati ruang utama Zoom Meeting, sementara ribuan pemirsa lain memantau lewat kanal YouTube resmi sekolah. Pihak panitia sengaja menghadirkan tokoh penting dari jajaran DPR RI dan Kementerian Agama demi membedah nasib sekolah swasta. Oleh karena itu, momentum ini menjadi angin segar bagi masa depan dunia pendidikan islam di Indonesia.

Sinergi Strategis Bersama Pemerintah

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., kemudian menegaskan posisi penting lembaga pendidikan islam swasta dalam pembangunan nasional. Menurut Didik, sekolah Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke selalu konsisten menjadi mitra strategis pemerintah. “Sebab, madrasah kami memiliki keunikan berupa keseimbangan antara kurikulum umum, penguatan keagamaan, serta penanaman akhlak mulia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., juga mengamini pernyataan tersebut. Amin menyebut persyarikatan sebagai pilar penting yang nyata-nyata membantu negara dalam memperluas akses belajar masyarakat. Maka dari itu, Kemenag berkomitmen untuk terus memperkuat jalinan kolaborasi inklusif demi melahirkan generasi yang berdaya saing global.

Menjawab Tantangan Riil Madrasah Swasta

Meskipun memiliki kontribusi besar, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pengelola sekolah masih harus berhadapan dengan banyak batu sandungan. Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, S.E., M.M., secara blak-blakan membongkar berbagai tantangan madrasah swasta saat ini. Beberapa di antaranya meliputi tren penurunan jumlah siswa baru, keterbatasan fasilitas gedung, kesenjangan mutu, hingga urusan kesejahteraan guru.

“Proses peningkatan kualitas ini memerlukan gotong royong semua pihak, mulai dari yayasan, pemerintah, hingga dunia industri,” tutur Ferdiansyah. Merespons hal itu, Didik Suhardi langsung menyampaikan poin aspirasi penting kepada perwakilan pemerintah. Ia berharap negara memberikan perhatian lebih, terutama dalam mengucurkan bantuan renovasi sarana dan prasarana belajar yang belum memadai.

Berbagi Formula Sukses Pengelolaan Sekolah

Untuk memberikan solusi nyata, panitia menghadirkan Kepala Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Mhd. Lailan Arqam. Di hadapan peserta, ia membagikan resep sukses pengelolaan sekolah berbasis kaderisasi dan budaya mutu yang kuat. Selain itu, Duta Madrasah Muhammadiyah, Mariyanti, M.Pd., juga turut membakar semangat para guru agar tidak takut melahirkan inovasi pembelajaran kreatif.

Sebagai penutup, Berita Muhammadiyah hari ini mencatat bahwa silaturahmi nasional ini berhasil merumuskan langkah taktis menghadapi era transformasi digital. Melalui penguatan ekosistem pendidikan yang modern, gerakan mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul bukan lagi sekadar impian di atas kertas. Ratusan sekolah kini siap melangkah serentak sebagai garda terdepan pembentuk karakter bangsa.

Kontributor: Hendra
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *