AUMBerita

Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Ungkap Strategi Bangun Kepercayaan Masyarakat di Era Marketing 4.0

PWMJATENG.COM, Surakarta – Dalam rangka kegiatan Study Banding/Kunjungan MIM Program Khusus Kenteng Boyolali, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jatmiko membagikan kunci sukses Humas di era Marketing 4.0, Rabu (10/1). Menurutnya, Humas di lembaga pendidikan Muhammadiyah harus fokus membangun trust dan kepercayaan masyarakat serta umat.

Jatmiko menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. “Jika sebuah sekolah atau madrasah sudah mampu menggenggam rasa percaya masyarakat, sekolah pun dapat memegang kendali dan memiliki kuasa untuk menggerakkan. Secara otomatis, masyarakat akan mengikuti arah dan visi sekolah, baik dari sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong, hingga mandiri,” ungkap Jatmiko.

Pada era ini, membangun kepercayaan bukan hanya tentang menyediakan layanan, tetapi juga menciptakan hubungan yang mendalam dengan masyarakat. Jatmiko menjelaskan, “Bagaimana membuat konsumen atau pelanggan loyal dapat dimulai dari sejarah dan ciri khas yang membedakan sekolah dengan yang lainnya.”

Membangun trust juga melibatkan menentukan identitas sekolah. Jatmiko memberikan contoh sekolah-sekolah Islam di luar Muhammadiyah yang telah berhasil karena masyarakat percaya pada identitas mereka yang kuat. Identitas ini mencakup sejarah panjang, karakteristik unik, dan pencapaian yang membedakan mereka dari yang lain.

Baca juga, Manhaj Sahabat dalam Menerima dan Menyampaikan Hadis

“SD Muhammadiyah 1 Ketelan memiliki sejarah panjang sejak 1935 dengan kepala sekolah penggerak Hj Sri Sayekti. Implementasi kurikulum merdeka, sekolah ramah anak, sekolah sehat berkarakter, sekolah budaya, dan kantin sehat terbaik pertama menjadi identitas kami,” papar Jatmiko.

Dalam perkembangan terkini, SD Muhammadiyah 1 Ketelan juga memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari upaya branding. “Humas sekolah didukung oleh radio solo belajar, dan inovasi seperti kartu M1Smart Card yang mendapat penghargaan dari KPK RI terkait pelaksanaan pendidikan antikorupsi (PAK),” tambahnya.

Menurut Jatmiko, usaha branding sekolah memerlukan upaya yang kontinu. Sekolah harus aktif dalam menyuarakan nama mereka di tengah masyarakat. “Istilah ‘everyday is promotion’ tidak akan berlebihan jika diterapkan di sekolah. Humas harus siap bekerja 24 jam,” tutupnya.

Kegiatan study banding dihadiri oleh Kepala Madrasah Arif Ihsanudin, Waka Sumber Daya Manusia Ngatimin, Waka Kurikulum Tutik Rahayu, serta unsur guru Leni Khanifah, Siti Fathonah, Veranika, Ihda Nur Rohmah, dan Arina Zahratun N. Fasilitator dari sekolah penggerak Hj Sri Sayekti turut memberikan panduan, dengan dihadiri pula oleh Waka Kurikulum Imam Priyanto, staf Sri Martono Lanjarsari, wakasek Humas Jatmiko, dan waka kesiswaan SW Winarsi.

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE