Berita

Gebyar Panen Raya: Sayur Sehat Muhammadiyah, Harapan Baru bagi Petani!

PWMJATENG.COM, Bandung – Acara Gebyar Panen Raya Sayur Sehat mendapat sambutan hangat dari para petani di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Program Sayur Sehat Muhammadiyah (SSM) menjadi harapan baru bagi mereka dalam memperbaiki kehidupan ekonomi. Para petani sangat antusias untuk terlibat dalam kolaborasi yang dijalankan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LP-UMKM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat.

Selama dua hari, Jumat-Sabtu (07-08/6), acara Gebyar Panen Raya Sayur Sehat digelar dengan meriah. Pada hari pertama, diadakan acara ‘Balakecrakan’, yaitu obrolan antara para petani dengan pengurus MPM dan LP-UMKM tingkat pusat dan wilayah. Hari kedua diisi dengan panen raya yang dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, Ketua PWM Jawa Barat, Ahmad Dahlan, Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamin, Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah Toni Firmansyah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsyah, serta TNI/Polri, Forkopimcam Pangalengan, dan unsur Muhammadiyah dari berbagai tingkatan.

Agus (51), salah satu petani peserta acara, berharap Sayur Sehat Muhammadiyah dapat menjawab masalah klasik yang dialami oleh para petani, seperti ketersediaan benih, obat, dan pupuk yang sering kali menjadi kendala. “Masalah petani itu biaya tani yang mahal, harga jual sayur yang murah. Persoalan seperti itu terus berlangsung,” keluh Agus, petani dari Kampung Dangdang, Pulosari, Pangalengan.

Baca juga, Muhammadiyah Tetaplah Menjadi Muhammadiyah

Agus menekankan pentingnya menjaga ketersediaan barang kebutuhan pertanian serta stabilitas harga sayuran. “Kami para petani suka mendengar tentang sebab harga sayuran jatuh setiap panen. Barang yang banyak berbanding dengan kebutuhan atau teori lainnya. Tak tahulah, yang pasti tak berselang lama dari panen, harga sayuran normal lagi. Malah naik,” ujarnya.

Permainan harga yang merugikan petani sudah berlangsung lama karena ketergantungan pada bandar. Agus berharap Muhammadiyah dapat membuka pasar baru agar petani tidak hanya menjual pada satu sumber. Agus, yang telah 20 tahun bertani, mampu membiayai kebutuhan keluarganya dari hasil bertani, bahkan salah satu anaknya berkuliah di Universitas Muhammadiyah Bandung.

Upep Mulyana, petani dari Kecamatan Kertasari, juga menaruh harapan besar pada program pemberdayaan yang dijalankan oleh LP-UMKM dan MPM PWM Jabar. “Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa sinergi dengan petani. Muhammadiyah mengembangkan pertanian sehat, baik dalam hal finansial, produk, dan pemasarannya,” ujar Upep.

Upep, yang telah puluhan tahun bertani kentang, melihat pentingnya program Sayur Sehat Muhammadiyah untuk mengatasi masalah permodalan dan tengkulak serta pengembangan bibit unggul dan pupuk yang tidak menimbulkan kontaminasi. “Saya pikir para petani bisa lebih berdaya jika dilibatkan dari pembibitan sampai pemasaran,” tambahnya.

Acara Gebyar Panen Raya Sayur Sehat juga menggelar deklarasi Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM), soft launching greenharvest.id, dan program Tani Bangkit, yang semuanya bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial para petani.

Kontributor : Feri Anugrah
Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE