Atap Rumah Nenek Mini Hampir Ambrol, Lazismu KL Banyumanik adakan Bedah Rumah

Atap Rumah Nenek Mini Hampir Ambrol, Lazismu KL Banyumanik adakan Bedah Rumah
Atap Rumah Nenek Mini Hampir Ambrol, Lazismu KL Banyumanik adakan Bedah Rumah

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Ahad (14/2) kemarin merupakan momentum terindah di awal tahun ini bagi keluarga besar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pudakpayung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Betapa tidak, even bedah rumah Lazismu Kota Semarang yang dilaksanakan oleh KL Banyumanik ini menjadi ajang dakwah paling efektif bagi PRM ini untuk mengenalkan Muhammadiyah bagi warga setempat. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang yang membidangi Lazismu Drs.H.Yusuf Hidayat dan Ketua PCM Banyumanik Drs.H. Sukamdo, M.Si dalam sambutannya kompak memaparkan kiprah amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang yang selalu memberi manfaat untuk ummat. Termasuk inisiatif Lazismu dalam program bedah rumah ini dengan melibatkan partisipasi warga setempat.

BACA JUGA  Belajar Tingkatkan Mutu, SDM 1 Ketelan Silaturahmi ke SMK Muhammadiyah 1 Imogiri

Para tamu undangan dan hadirin yang sebagian besar bukan warga muhammadiyah ini, jadi mendapat pencerahan baru tentang dakwah islam yang dilakukan ormas tertua di Indonesia ini. Salah satu bukti dari efektivitas sentuhan ini, di sela-sela acara tampak Sekretaris Lurah dan Ketua RW setempat secara spontan memberikan bantuan kepada Ibu Mini (sapaan akrab Soelamini, penerima bantuan bedah rumah ini).

Selain itu, hadir pula puluhan warga sekitar dan para sopir truk yang tergabung dalam wadah PSTI (Persatuan Sopir Truk Indonesia) dimana anak Ibu Mini menjadi salah satu anggotanya.

Selepas acara seremoni para warga dan sopir truk itu, dengan sigap memulai tugasnya bergegas naik ke atap rumah menurunkan genting satu per satu.

BACA JUGA  Muhammadiyah Jateng Berduka, Selamat Jalan Pak H. Amir AR

Rumah yang dibedah ini, berpenghuni 6 jiwa terdiri dari nenek Mini, anak, menantu dan tiga orang cucu yang masih kecil-kecil, salah satunya balita. Kondisi atap sudah sangat membahayakan, genting pecah-pecah, reng dan usuk mulai lapuk, rangka beton retak dan nyaris patah.

Anggaran bedah rumah ini sebesar Rp.30.000.000,- (Tiga puluh juta rupiah) bersumber dari penghimpunan donasi yang dilakukan Lazismu Kantor Layanan Banyumanik dan ditambah dari kas Lazismu Kota Semarang. *(NsQ)

Total
15
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts