BeritaKolom

Asyiknya Menjadi Umat Nabi Muhammad Saw.

Asyiknya Menjadi Umat Nabi Muhammad Saw.

Oleh : Muh. Nursalim*

PWMJATENG.COMย โ€“ Setiap nabi punya umat dengan karakter yang berbeda. Lalu mereka pun menyikapi umatnya juga tidak sama, terutama terkait dengan adanya umat yang durhaka dan tidak mau mengikuti nasehat yang disampaikan.

Nabi Nuh sangat geram dengan umatnya yang durhaka. Maka ia meminta kepada Allah agar menghancurkan para pendurhaka tersebut. Sebagaimana doa beliau dalam Surat Nuh: 28 berikut ini.

ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฒูุฏู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุชูŽุจูŽุงุฑู‹ุง (28)

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.โ€

Maka kita tahu dalam sejarah, umat Nabi Nuh semuanya musnah kecuali yang ikut naik kapal. Bahkan anaknya sendiri pun ikut dibinasakan Allah akibat tidak taat kepada bapaknya.

Adapun Nabi Ibrahim menyikapi umatnya yang durhaka seperti ini di hadapan Allah. Diabadikan pada Surat Ibrahim:36

ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุถู’ู„ูŽู„ู’ู†ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู†ููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู‘ููŠ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุนูŽุตูŽุงู†ููŠ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุบูŽูููˆุฑูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (36)

Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ibrahim tidak minta dihancurkan juga tidak memohon kepada Allah para penentangnya diampuni. Tetapi dengan diplomasi yang unik. โ€œBahwa Engkau Maha pengampunโ€.

Lain lagi dengan Nabi Isa. Ia menyerahkan sepenuhnya nasib kaumnya yang durhaka kepada Allah. Dengan ucapan berikut ini yang diabadikan dalam Surat Al Maidah: 118.

ุฅูู†ู’ ุชูุนูŽุฐู‘ูุจู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู (118)

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.โ€

Baca juga, Pembela Baitul Maqdis

Nabi Isa hampir seperti pasrah bongkokan. Terserahlah Engkau ya Allah. Mau diazab atau diampuni itu tergantung kebijakan yang Engkau ambil.

Yang asyik itu cara Rasulullah menyikapi umatnya yang durhaka. Berikut ini sebuah hadis yang diriwayatkan imam muslim.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุงุตู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ูŽ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุชูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ููู‰ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ( ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุถู’ู„ูŽู„ู’ู†ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู†ูู‰ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู‘ูู‰) ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ.
ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุนููŠุณูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ( ุฅูู†ู’ ุชูุนูŽุฐู‘ูุจู’ู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู) ููŽุฑูŽููŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชูู‰ ยป. ูˆูŽุจูŽูƒูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูŠูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุงุฐู’ู‡ูŽุจู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ููŽุณูŽู„ู’ู‡ู ู…ูŽุง ูŠูุจู’ูƒููŠูƒูŽ ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู – ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู – ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽู‡ู ููŽุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุจูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ. ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุงุฐู’ู‡ูŽุจู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ููŽู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽุง ุณูŽู†ูุฑู’ุถููŠูƒูŽ ููู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู†ูŽุณููˆุกููƒูŽ. – ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู… – (ุฌ 2 / ุต 120)

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, bahwa Nabi Saw. membaca firman Allah Ta’ala dalam kisah Nabi Ibrahim, ” Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barangsiapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surat Ibrahim, ayat 36).

Dan Isa as- berkata, “Jika Engkau mengazab mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau. Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Lalu Rasulullah Saw. mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, umatku, umatku!” Dan dia menangis. Allah -‘Azza wa Jalla- berfirman, “Wahai Jibril, pergilah ke Muhammad, dan Tuhanmu lebih mengetahui. Tanyakanlah kepadanya apa yang membuatnya menangis.” Lalu Jibril as menemui Rasulullah Saw. dan bertanya kepadanya. Rasulullah Saw. menceritakan apa sebab dirinya menangis, padahal Allah lebih mengetahui. Allah berfirman, “Wahai Jibril, pergilah ke Muhammad dan katakan padanya bahwa sesungguhnya Kami akan membuatmu senang terhadap umatmu, dan Kami tidak akan mengecewakanmu.” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw. tidak minta umatnya yang durhaka diazab, juga tidak minta diampuni. Tetapi beliau hanya menangis. Karena beliau itu nabi pungkasan, tidak mengetahui perjalanan akhir setiap umatnya. Mungkin saja umatnya di awal hidupnya durhaka tetapi diujungnya menjadi baik. Atau bahkan mungkin ada umatnya yang suka maksiat sampai akhir hayatnya juga suka maksiat, tetapi ia tetap beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Diplomasi menangis ini ternyata menjadikan Allah turun tangan dengan kalimat yang menjanjikan, yaitu bahwa Allah akan membuat senang umat Rasulullah dan tidak akan mengecewakan utusannya.

Imam Nawawi dalam syarahnya memberi penjelasan berikut.

ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ู…ูุดู’ุชูŽู…ูู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ูˆูŽุงุน ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุฆูุฏ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง : ุจูŽูŠูŽุงู† ูƒูŽู…ูŽุงู„ ุดูŽููŽู‚ูŽุฉ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชู‡ ูˆูŽุงุนู’ุชูู†ูŽุงุฆูู‡ู ุจูู…ูŽุตูŽุงู„ูุญูู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุชูู…ูŽุงู…ู‡ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง : ุงูุณู’ุชูุญู’ุจูŽุงุจ ุฑูŽูู’ุน ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุก ุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง : ุงู„ู’ุจูุดูŽุงุฑูŽุฉ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ูŽุฉ ู„ูู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉ – ุฒูŽุงุฏูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุดูŽุฑูŽูู‹ุง – ุจูู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุจูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู : ุณูŽู†ูุฑู’ุถููŠูƒ ูููŠ ุฃูู…ู‘ูŽุชูƒ ูˆูŽู„ูŽุง ู†ูŽุณููˆุกูƒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุฌูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ู„ูู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ูŽุฉ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฑู’ุฌูŽุงู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง : ุจูŽูŠูŽุงู† ุนูุธูŽู… ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูู†ู’ุฏ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุนูŽุธููŠู… ู„ูุทู’ูู‡ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ู‡ ุจูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉ ูููŠ ุฅูุฑู’ุณูŽุงู„ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ ู„ูุณูุคูŽุงู„ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูุธู’ู‡ูŽุงุฑ ุดูŽุฑูŽู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุญูู„ู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ููŽูŠูุณู’ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰ ูˆูŽูŠููƒู’ุฑูŽู… ุจูู…ูŽุง ูŠูุฑู’ุถููŠู‡ ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู… – ุดุฑุญ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ุนู„ู‰ ู…ุณู„ู… – (ุฌ 1 / ุต 348)

Ini adalah hadis yang mengandung beberapa pengertian

  1. Menjelaskan sejauh mana kasih sayang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya dan perhatiannya terhadap kepentingan mereka.
  2. Disunahkan untuk mengangkat kedua tangan dalam doa.
  3. Kabar gembira yang besar bagi umat ini dengan firman-Nya “Kami akan memberikan keridaan kepada umatmu dan tidak akan membuatmu kecewa.”
  4. Ini adalah salah satu hadis yang paling diharapkan bagi umat
  5. Menjelaskan betapa mulia kedudukan Nabi Muhammad Saw. di sisi Allah Ta’ala dan betapa besar rahmat-Nya kepadanya. Dan hikmah di balik pengiriman Jibril untuk bertanya kepada Nabi Saw. adalah untuk mengekspresikan kemuliaan Nabi saw. bahwa dia berada di tempat yang paling tinggi dengan penuh kemuliaan dan diridai Allah. Betapa asyiknya menjadi umat Rasulullah saw. Walaupun tidak diucapkan, tentu beliau tidak ingin umatnya sengsara dan disiksa di neraka. Karena sikap beliau adalah raufur rahim (menyantun dan penyayang) kepada orang yang beriman. Semoga harapan Rasulullah Saw. terhadap umatnya ini dapat kita raih di dunia dan di akhirat kelak.

*Dewan Pengawas Syariah Lazismu Sragen

Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE