Berita

Aksi Selamatkan KPK dan Ricuh Aksi Sedarah, IMM UNIMUS Sesalkan Usaha Pembungkaman dan Tindakan Represif Aparat. 

PWMJATENG.COM SEMARANG – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Semarang menyayangkan usaha pembungkaman dan tindakan represif aparat terhadap aktivis mahasiswa yang melakukan demonstrasi dibeberapa daerah.

“Di negara yang menjadi konsensus menyatakan diri sebagai negara demokrasi, kebebasan berpendapat dan berekspresi itu sudah semestinya dijamin oleh negara, dan kami kira itu menjadi sebuah keniscayaan dalam proses berbangsa dan bernegara, ” kata Ketua Koordinator komisariat IMM Unimus, Untung Prasetyo Ilham dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (27/09).

Untung mengatakan saat masih ada kritik terhadap penguasa adalah sebuah pertanda baik atas keperdulian dan kesadaran atas persoalan yang ada . Ia menegaskan, aparat sebagai pengayom rakyat semestinya lebih menekankan pendekatan persuasif dalam berkomunikasi dengan mahasiswa.

“Ekspresi dalam bentuk apapun dari mahasiswa adalah bukti atas keperdulian dan kesadaran mereka kepada bangsa dan negara ini, ini wajib hukumnya untuk dilindungi, tidak semestinya keperdulian dan kesadaran itu dibungkam apalagi dibalas dengan tindakan represif dan penangkapan” ujarnya.

Untung menambahkan, kejadian ini menambah daftar panjang tindakan represif aparat terhadap aktivis dan dikhawatirkan akan memicu gelombang besar masa.

“Tentu ini menambah pajang catatan hitam arogansi dan tindak repesif aparat terhadap mahasiswa, kami khawatir apa yang terjadi ini memicu gelombang besar seluruh mahasiswa se-indonesia ,” tegasnya.

Di tengah kondisi pandemi covid-19 ini , lanjut Untung, kita perlu memelihara kedamaian agar tetap terjaga. Demi menghindari hal-hal yang kontraproduktif bagi perbaikan bangsa.

“Kami menyayangkan atas penangkapan dan tindak represif yang dilakukan oleh aparat, akan lebih baik jika agar semua pihak menahan diri, tidak kemudian bertindak agresif,” harap Untung.

Ia mengimbau agar tindakan pembungkaman kebebasan berekspresi dan tindak represif ini tidak terulang kembali.

Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa menggelar Aksi demonstrasi dalam rangka memperingati dua tahun tragedi september berdarah (Sedarah) di mapolda sultra, Senin (27/09) . Dalam aksi tersebut seorang mahasiswa yakni  Marsono, ketua DPD IMM Sultra ketua IMM Sultra diamankan polisi. Belakangan diketahui marsono mendapatkan tindakan represif dari aparat.

Ditempat lain mahasiswa yang menggelar aksi Selamatkan KPK di Jakarta, Senin (27/09) Juga mengalami tindakan represif aparat dan diduga mengalami usaha pembungkaman. Abid Hanifi, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang tergabung dalam aksi tersebut diduga mengalami doxing dan peretasan akun WA.

(M. Noor)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE