Berita

Kisah Ketangguhan SDN 10 Linge, Semangat Belajar Siswa Linge Tak Patah oleh Bencana

PWMJATENG.COM, ACEH – Meski harus menempuh jalan rusak dan belajar beralaskan terpal, semangat belajar siswa Linge di SDN 10 Linge tetap berkobar di tengah upaya pemerintah pusat mempercepat proses relokasi sekolah pascabanjir bandang.

Tenda Darurat Pengganti Ruang Kelas

Kini, tenda darurat menjadi ruang belajar baru bagi anak-anak di Linge. Mereka melantai di atas terpal sederhana dengan fasilitas terbatas. Meski begitu, para siswa tetap tekun membaca, menulis, dan berhitung setiap pagi. Proses belajar tetap berlangsung sebagai bukti bahwa keadaan sulit bukan halangan untuk terus melangkah.

Guru dan orang tua melihat pemandangan ini bukan sekadar aktivitas belajar biasa. Mereka menyaksikan keteguhan anak-anak dalam menjaga mimpi di tengah keterbatasan. “Pendidikan harus tetap hidup, bahkan ketika bencana datang menguji,” ujar salah satu perwakilan guru di lokasi.

Upaya Relokasi dan Mitigasi Bencana

Pasca banjir bandang, bangunan permanen SDN 10 Linge mengalami kerusakan berat dan tidak layak pakai. Tim dari BPMP Aceh dan Direktorat SD telah melakukan kajian teknis di lokasi. Mereka menetapkan sekolah lama sebagai zona merah yang berisiko tinggi.

Relokasi sekolah menjadi langkah investasi penting demi masa depan dan keselamatan siswa. Pemerintah kini menyiapkan langkah agar sekolah baru nanti lebih aman dari potensi bencana. “Dana revitalisasi sudah siap dikucurkan. Syarat mutlaknya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus menyediakan lahan baru yang aman dari potensi bencana dan status hukum tanahnya harus bebas sengketa,” jelas Muhammad Kasman dari Direktorat SD.

Semangat Belajar Siswa Linge Melawan Medan Sulit

Perjuangan anak-anak ini bertambah berat akibat akses jalan penghubung yang rusak diterjang banjir. Sebagian siswa harus menempuh medan yang jauh lebih menantang dibandingkan sebelumnya. Namun, semangat belajar siswa Linge yang konsisten hadir setiap hari menjadi pengingat bagi warga lainnya.

Guru dan orang tua saling menguatkan untuk memastikan anak-anak tetap memiliki ruang tumbuh. Sinergi ini membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal gedung fisik. Pendidikan adalah tentang ketekunan dan kerja bersama demi keberlangsungan generasi muda.

Harapan untuk Masa Depan

Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen kini memberikan angin segar bagi keberlanjutan pendidikan di Linge. Pihak terkait sedang menyiapkan proposal relokasi untuk segera diajukan ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Langkah ini menjadi kunci agar harapan anak-anak kembali belajar di ruang kelas yang nyaman segera terwujud.

“Saya optimis harapan anak-anak Linge secepatnya menjadi kenyataan,” pungkas Safran dari BPMP Aceh menutup wawancara. Optimisme ini menjadi suntikan tenaga baru bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pemulihan sekolah.

Kontributor: Rizki Maulizar
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *