Jurus UMP Bantu Kampus Swasta Bebas Krisis Lewat Manajemen Risiko PTS

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali membagikan langkah strategis guna memperkuat tata kelola Perguruan Tinggi Swasta. Oleh karena itu, UMP menggelar workshop online bertajuk pentingnya manajemen risiko PTS untuk menjaga keberlanjutan keuangan kampus pada Sabtu (18/7).
Langkah UMP Purwokerto ini menjadi jawaban tepat atas dinamika pendidikan tinggi yang kian kompleks. Hasilnya, sebanyak 257 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia antusias mengikuti agenda strategis tersebut. Bahkan, mereka terdiri dari pimpinan kampus, pengelola keuangan, Satuan Pengendali Internal (SPI), hingga tim perencanaan.
Strategi Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, Saefurrohman menekankan bahwa perubahan lingkungan pendidikan tinggi menuntut sistem tata kelola risiko yang terintegrasi.
“Perubahan regulasi, perkembangan teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi menjadikan manajemen risiko PTS bukan sekadar instrumen pengendalian. Selain itu, hal ini telah menjadi bagian penting dari strategi institusi dalam menjaga keberlanjutan organisasi,” tegas Saefurrohman.
Selanjutnya, Saefurrohman menjelaskan bahwa kampus yang mengelola risiko secara sistematis akan lebih siap menghadapi tantangan. Sebab, kampus bisa mengidentifikasi ancaman, mengambil keputusan secara tepat, serta mengalokasikan sumber daya secara efektif. Oleh karena itu, UMP terus mendorong pembentukan budaya sadar risiko di seluruh tingkatan organisasi.
Kunci Keberlanjutan Keuangan Kampus Swasta
Pada sesi utama, acara ini menghadirkan pakar keuangan sekaligus anggota Internal Supervisory Board Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA. Sementara itu, Dr. Erna Handayani, Ak., CFP., CRP. bertindak sebagai moderator sekaligus inisiator kegiatan.
Di samping itu, Prof. Dian memaparkan pentingnya integrasi manajemen risiko PTS dengan perencanaan strategis dan penganggaran. Menurut Prof. Dian, penerapan manajemen risiko yang terpadu menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan keuangan PTS. Sebab, penerapan ini sekaligus meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tengah persaingan yang ketat.
Para peserta pun memanfaatkan sesi diskusi interaktif untuk berbagi tantangan implementasi tata kelola di institusi masing-masing. Alhasil, sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis dengan hadirnya berbagai solusi praktis dari narasumber.
Akhirnya, melalui agenda ini, UMP berkomitmen memperkuat kapasitas manajemen risiko PTS di seluruh Indonesia. Langkah nyata ini sekaligus menegaskan peran UMP dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Alafasy



