Purwokerto Bakal Punya ‘Indonesia Mini’? Banyumas Siapkan Wisata Kebangsaan di Maskemambang
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Masyarakat Banyumas bakal segera memiliki destinasi wisata edukasi baru yang ikonik dengan hadirnya replika rumah adat dari seluruh penjuru nusantara di kawasan Bale Kemambang, Purwokerto. Proyek ini digagas oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Banyumas bersama Bakesbangpol dalam rapat koordinasi strategis di Aula Wisma Waskita, Rabu (3/6/2026).
Pemerintah berencana menghadirkan replika rumah adat dari seluruh suku di Indonesia melalui program Wisata Kebangsaan ini. Mereka memilih kawasan Bale Kemambang, Purwokerto, sebagai lokasi strategis untuk membangun destinasi wisata edukasi budaya tersebut.
“Program ini hadir bukan sekadar untuk menambah destinasi wisata edukasi budaya baru di Kabupaten Banyumas, melainkan menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan dari luar daerah,” ujar Pembina FPK Banyumas, Raden Hermawan, S.Sos.
Pemerintah daerah melalui Bakesbangpol memandang inisiatif ini sebagai cara efektif untuk merawat nilai kebangsaan. Pengunjung nantinya bisa mempelajari fondasi budaya tiap suku melalui miniatur hunian yang autentik. Alhasil, masyarakat diharapkan lebih mudah memahami harmoni antar-anak bangsa setelah mereka berinteraksi langsung dengan keberagaman di sana.
Banyumas Sebagai Rumah Aman dan Ramah Budaya
Ketua FPK Kabupaten Banyumas, Umar Mohari, S.Pd., menyambut antusias rencana tersebut. Pihaknya kini berkomitmen untuk berkolaborasi secara intensif dengan Bupati Banyumas guna memastikan proyek ini segera terwujud.
“Target akhir kita adalah memastikan Banyumas selalu dalam kondisi aman, tentram, dan damai. Kita ingin menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warga Negara Indonesia yang tinggal atau berkunjung ke sini,” tegas Umar Mohari.
Selanjutnya, pihak FPK telah membentuk tim kecil khusus. Tim ini bertugas menyusun proposal teknis yang mendalam sebagai dasar audiensi lanjutan dengan pihak Pemerintah Daerah. Dengan demikian, langkah nyata ini diharapkan mampu mempercepat realisasi Banyumas sebagai “Kabupaten Ramah Budaya” sekaligus “Rumah Kolaborasi Budaya” yang inklusif bagi seluruh elemen masyarakat.
Kontributor: Agus Salim
Editor: Alafasy



