Aisyiyah Tingkatkan Semangat Generasi Milenial untuk Kaji Permasalahan Gender

0
716

      PWMJATENG.COM, Surakarta -Budaya diskusi tetaplah harus hidup di lingkunan mahasiswa karena dengan berdiskusi kita bisa saling berpendapat dan menyelesaiakan persoalan yang ada di depan kita. Dalam hal ini hadirlah Jejer Samawa yang merupakan komunitas diskusi tentang perempuan dan gender.

Pertemuan perdana ini jejer samawa memgangkat sebuah tema”Misrepresentative Perempuandi Era Industri 4.0″ dengan narasumber  Dr. Hj Woro Retnaningsih, M. Pd (Aktivis Aisyiyah) dan dimoderatori oleh Inayatur Rosyidah (Pegiat Gerakan Perempuan Kader Aisyiyah) pada (16/10).

Diskusi diselenggarakan di café GLM kota Surakarta. Diskusi ini diadakan untuk meningkatkan semangat generasi milenial khususnya kaum wanita untuk mengkaji mengenai keperempuanan dan gender di era digitalisasi saat ini. Dalam diskusi,narasumber menyampaikan bahwa di era industri 4.0 segala aktivitas dapat diakses serba cepat, serba instan dan akan digerakkan sistem, hampir semua tatanan kehidupan berbasis teknologi. Sehingga kita tidak dapat lepas dengan dunia digital.

Dalam hal ini, kita sebagai perempuan harus mempunyai keseimbangan dan mengambil peranan dalam mengendalikan kondisi tersebut. Apalagi di era 4.0 ini perempuan masih sangat rendah berperan di sector industry padahal lulusan (Science, Teknologi, Engeneering and Matemtik/STEM) lumayanbanyakakantetapi yang mengisi bidang tersebut masih sangat sedikit.

Peserta diskusi cukup antusias dengan adanya disukusi tentang perempuan karena di sinila perempuan sudah saatnya untuk merespon persoalan-persoalan yang ada di hadapan kita dan sekitar kita.Akhir diskusi pemateri berpesan bahwa seorang perempuan itu harus mampu menghadapi era ini dengan membawa perubahan dan kebermanfaatanserta sebagai perempuan jangan sampai mengabaikannya begitu saja, di era induatri inlah perempuan harus sudah terlibat dan berperan. Perempuan yang berkualaitas dan berkapasitas hendaknya mampu menempatkan perannya dengan sebaik-baiknya baik di dalam sektor publik termasuk di era industri 4.0 maupun di sektor domestik karena penentu kemajuan dan peradaban ke depan adalah kita sebagai perempuan (Singkat akhir dari moderator). (Geofani)