Ustadz KH. Mahtum Ali Samhari: Mari Kita Semangati Kehidupan Akhirat

0
61

PWMJATENG.COM, KENDAL – Dunia dan akhirat adalah dua alam yang berbeda, dunia bersifat fana, sementara dan akan rusak, sedangkan akhirat adalah kehidupan abadi.

Ustadz Mahtum Ali Samhari saat menyampaikan pengajian Ahad pagi tentang menyangati kehidupan akhirat. (foto dok iful)

Sebagai seorang muslim memiliki pandangan ke depan, bahwa kehidupan akhirat adalah masa depan yang harus diraih dengan kesuksesasan, dan kebahagiaan. Seorang muslim harus optimis bahwa di alam akhirat dapat hidup dengan kebahagiaan. Kehidupan akhirat bukan masa depan yang pesimis dan menakutkan, tetapi memberi kebaikan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu kita harus selalu bersemangat dalam mempersiapkan diri, senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah untuk menyongsong masa depan di akhirat yang lebih cemerlang.

Demikian pernyataan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kendal, Ustadz KH. Mahtum Ali Samhari pada pengajian Ahad pagi PCM Singorojo, Kendal (20/10) di masjid Attaqwa Ngareanak, Singorojo.

Di hadapan anggota jamaah pengajian, Ustadz Mahtum menjelaskan, meskipun akhirat belum kita lalui, tetapi wajib diyakini bahwa akhirat itu ada sebagai media pembalasan bagi seluruh umat manusia sejak manusia ada di muka bumi sampai bumi dihancurkan, kiamat datang. “Pembalasannya sesuai dengan yang telah dikerjakan selama hidup di dunia” kata Mahtum. “Di akhirat kita merdeka atau tertindas sangat tergantung pada kualitas atau buruknya kita dalam menjalani hidup di dunia” lanjutnya.

Dijelaskan juga, kesuksesan di akhirat artinya masuk surga, kegagalan di akhirat berarti masuk neraka. “Ibarat menabung di usia muda, maka akan menentukan kehidupan kita di masa tua. Semuanya tergantung pilihan seseorang mukmin dalam menjalani hidup yang menjadi haknya, karena sejatinya hidup itu pilihan” .

Di bagian lain Ustadz Mahtum mengingatkan, bahwa sebagai manusia kita harus menyadari bahwa setiap waktu tubuh kita semakin melemah seiring bertambahnya waktu. Kita harus sadar bahwa suatu saat waktu kita di dunia akan habis.

“Tetapi ingat, selesainya kehidupan di dunia bukan berarti selesai sudah urusan kita kepada yang memberi hidup dan mati, Tahapan kehiduan selanjutnya masih akan dilalui, yaitu alam kubur. Di alam kubur itulah kita dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan kehidupan ketika di dunia” ungkap Mahtum. (Iful/Lazsimu Kendal)