STRATEGI MEMIMPIN SEKOLAH

0
679

Oleh Andi Riswandi, Kepala SMK Muhammadiyah Lebaksiu

JEEP Katana tahun 1990 warna biru metalik sudah hampir 4 tahun menemani saya sebelumnya Jeep Katana tahun 1989 pernah saya naiki juga.

Jeep Katana yang setiap hari menemaniku bodi luarnya rusak perlu permak sana sini tapi saya lebih prioritas mesin dan kaki kakinya dengan pemikiran yang sederhana Jika bodi rusak mesin jalan Pasti akan jalan tapi sebaliknya bila bodi baik tapi mesin rusak tidak akan jalan.

Bodi dan mesin pada dasarnya satu kesatuan yang harus semuanya perlu diperhatikan tapi jika anggaran mepet bagi saya mesin lebih utama dibandingkan dengan bodi.

Perjalanan Tegal, Magelang, Wonosobo, Dieng Wanayasa , Kajen Pekalongan adalah bukti bahwa mesin lebih utama dibandingkan dengan bodi dengan kondisi jalan yang ekstrim berkelak kelok kanan kiri jurang . Suasana alam yang begitu sejuk. Apapun bodi mobil kalau mesin “ngga Jos” pasti perlu bantuan derek untuk menariknya.

Begitu juga dengan mengelola sekolah Saya akan lebih mengutamakan mesin (sistem) agar berjalan dengan sehat dan baik karena jika sistem yang ada di sekolah sudah bisa jalan dengan lancar se ekstrim apapun kegiatan kita pasti akan dilaksanakan dengan rasa suka cita dan ikhlas tanpa ada paksaan tanpa harus menderek (Ngoprak – oprak) dengan tenaga ekstra sebab mesin (sistem) akan jalan dengan normal tinggal saya pegang Stir dengan penuh kehati hatian dan waspada karena Jurang (tantangan) ada di kanan kiri sampai kita menemukan Jalan yang halus lurus bebas hambatan. Menjadi pelayan yang baik.

Pemimpin adalah pelayan. Itulah sebabnya, dalam melaksanakan kewenangan dan fungsi yang bersangkutan harus mampu mengkolaborasikan posisi sebagai manajer dan pelayanan.

Makna pelayan dalam konteks ini, yakni seorang pemimpin jangan jaga imej (jaim), ingin dikultuskan, diagung-agungkan, bahkan dihormati secara berlebihan.

Pemimpin yang disukai adalah pemimpin yang memiliki rasa empati, simpati, hormat, ramah dan melaksanakan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) terlebih dahulu, sebelum timnya pun melakukan hal yang sama.
Jadikan pemimpin sekolah sebagai jabatan amanah. Jabatan pemimpin pada hakikatnya, bukan bukti kemuliaan. Juga bukan bukti meningkatnya harkat dan derajat di mata Allah SWT.

Jabatan pemimpin hanyalah berbagi tugas dan peran saja. Itulah sebabnya, pada saat kita menjabat pemimpin, tidak usah merasa lebih pintar, cerdas, atau hebat.

Kepala sekolah yang dicintai tim adalah pemimpin yang tidak arogan, tawadhu, selalu menampung aspirasi dari tim dalam melaksanakan kewenangan, tidak otoriter.

“Dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan dunia kerja kesuksesan seseorang lebih dari yang lain karena usaha yang dia lakukan lebih dari yang lainnya juga. Mereka belajar, bekerja, dan beribadah lebih dari standar dari kebanyakan orang.”
wallahualam…

Mas Andi dalam Catatan. Kajen Pekalongan minggu malam di Pom Bensin.