Rencana Aksi Pembakaran Al Qur’an, PW. Muhammadiyah Jawa Tengah Minta Warganya Tetap Tenang

0
288

SEMARANG – Menanggapi tentang rencana aksi pembakaran Al Qur’an di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, warga Muhammadiyah Jawa Tengah diminta untuk tetap tenang dan tidak terlalu terprovokasi akan rencana tindakan tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Pengelola Website Muhammadiyah Jawa Tengah, yang juga Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Tengah, Muhammad Dwi Fakhrudin, S. Pd, dalam konferensi pers Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang, Selasa (7/9) di Gereja Hati Kudus Yesus Tanah Mas Semarang.
Fakhrudin yang mewakili elemen Muhammadiyah Jawa Tengah memaparkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan, tidak akan terprovokasi dengan rencana aksi pembakaran Al Qur’an di Florida. Muhammadiyah tidak sepakat dengan aksi itu, tetapi tetap tidak akan terprovokasi dan lebih mengedepankan keutuhan umat dan kerukunan hidup umat beragama.
Dia menceritakan tentang isu etnis Cina yang mengencingi dan membakar Al Qur’an di Pekalongan tahun 1993 silam, seketika itu pula umat marah dan membakar rumah-rumah milik etnis Cina di Pekalongan. Dia membayangkan jika itu benar-benar terjadi maka umat Islam di seluruh dunia akan marah besar.
Fakhrudin yang mendapat disposisi dari Sekretaris PWM Jawa Tengah, Drs. Tafsir, M. Ag, yang berhalangan hadir karena sedang dalam perjalanan pulang mengisi penajian di Karanganyar tersebut menjelaskan bahwa Muhammadiyah sepakat dengan upaya pencegahan aksi tersebut melalui dialogis dengan pihak-pihak terkait. Muhammadiyah sudah beberapa kali menggelar world peace forum, yang ketiga kemarin bertepatan dengan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, tentunya Muhammadiyah tidak akan merusak segala yang telah diupayakan untuk mewujudkan perdamaian dengan tindakan brutal dan pengrusakan karena isu aksi tersebut.
Fakhrudin juga meyakinkan bahwa warga Muhammadiyah Jawa Tengah akan tetap tenang dan mampu tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, apalagi dalam suasana menjelang Lebaran.
Selain Muhammadiyah, konferensi pers tersebut juga dihadiri dari berbagai elemen antar agama, Gereja Katolik, Protestan, Pemuka agama Hindu, Budha, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, PW. NU Jawa Tengah, Imam Masjid Agung Jawa Tengah, Yayasan Al Islam Surakarta, dan berbagai elemen lain.
Semua elemen tersebut memberikan pernyataannya satu persatu, setelah sebelumnya Romo Budi Purnomo memaparkan penjelasannya bahwa dari pihak gereja bahkan Vatikan mengecam gerakan rencana aksi pembakaran Al Qur’an yang dilancarkan oleh kelompok Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serika tersebut.
Menurut Romo Budi, hal tersebut bertentangan dengan ajaran kasih Kristiani dan ajaran kasih setiap agama-agama serta menodai rasa hormat terhadap umat Islam.
Romo Budi juga memberikan pesan dari Vatikan untuk umat Kristiani dan umat Islam dalam mengatasi kekerasan antara para pemeluk agama. (Udn)