Jawab Persoalan Umat, Berharap Lajnah Tarjih PDM Kabupaten Pekalongan Terbentuk

0
530
Sambutan Ketua PDM Kabupaten Pekalongan pada Pembukaan Rakerda Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh

PEKALONGAN – Majelis Tarjih dan Tajdid bersama Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PDM Kabupaten Pekalongan, pada Ahad (9/10/2016), menggelar kegiatan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) bersama di Kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pekajangan. Kegiatan ini diikuti oleh Majelis Tarjih dan Tajdid serta Majelis Tabligh Dakwah Khusus dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Pekalongan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, K.H. Drs. Mulyono, M.Hum, dalam amanah Pembukaan RAKERDA, menyampaikan betapa pentingnya Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) serta Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) bagi gerakan Muhammadiyah, yang notabene-nya adalah gerakan dakwah. PDM berharap MTT dan MTDK mampu menjawab tantangan zaman dan mengurai permasalahan umat.

Peserta Rakerda, mengikuti upacara Pembukaan
Peserta Rakerda, mengikuti upacara Pembukaan

Penyelenggaraan Rakerda bersama antara MTT dan MTDK ini merupakan bentuk sinergi kedua lembaga, karena dalam ber-Muhammadiyah, sejatinya tidak bisa dipisahkan antara ‘pengolah’ materi dengan ‘penyampai’ materi. Pengolah mempunyai kewajiban untuk menyampaikan, dan sebaliknya para penyampai juga mesti mengolah materi dakwahnya. Sehingga sinergi atau kebersamaan ini mutlak untuk dilanggengkan. Bahkan, dalam periode ini, MTT dan MTDK sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan bersama, diantaranya Kajian Tuntunan Ibadah Ramadhan, Kajian Tuntunan Ibadah Idul Fitri dan Puasa Syawal, serta Kajian Tuntunan Ibadah Idul Adha dan Qurban.

Alasan lain yang mendorong sinergi kedua majelis juga terkait kenyataan di tingkat Pimpinan Cabang, terdapat PCM yang menggabungkan kedua majelis ini menjadi satu.

Ketua PDM Kabupaten Pekalongan yang membidangi Tarjih dan Tajdid, H. Sakdullah Jufri, menyampaikan, betapa Muhammadiyah di Pekalongan hingga saat ini masih kesulitan untuk membentuk Lajnah Tarjih tersendiri. Padahal dengan terbentuk dan aktifnya Lajnah Tarjih akan terjadi persamaan persepsi ketarjihan di Muhammadiyah, yang kemudian akan menjawab persoalan umat terkait ibadah dan kehidupannya. Sehingga pada periode 2015-2020 ini, diharapkan Lajnah Tarjih PDM Kabupaten Pekalongan dapat terbentuk dan aktif.

Persoalan berikutnya adalah data base Mubaligh Muhammadiyah, beserta kegiatan Masjid dan Mushola Muhammadiyah. Sampai saat ini terkadang warga Muhammadiyah harus ‘kebingungan’ mencari nara sumber atau mubaligh yang akan menjadi pengisi di kegiatan masjid atau musholanya, penyebabnya adalah pimpinan atau takmir masjid kurang tahu sosok mubaligh dan spesialisasi materi yang dikuasai. Data base mubaligh dan kegiatan Masjid/Mushola Muhammadiyah akan bermanfaat sekali dalam banyak hal, baik untuk pemetaan dakwah, maupun program dakwah Muhammadiyah yang lain.

Sinergi antar majelis juga tidak terbatas antara Majelis Tarjih Tajdid dengan Majelis Tabligh Dakwah Khusus, tapi juga diharapkan bisa terjalin dengan Majelis dan Lembaga PDM yang lain. Sehingga cita-cita dakwah Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan untuk membangun Pekalongan berkemajuan menjadi lebih nyata.