PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tanda Tangani MoU Pemantauan Media dengan KPID Jawa Tengah

0
243

SALATIGA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam pemantauan dan pengawasan isi siaran, baik televisi maupun radio, dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Senin (29/6) bertempat di Laras Arsi Resort & Spa, Salatiga.
Penandatanganan MoU tersebut dilatar belakangi oleh keinginan dan harapan dari KPID Jawa Tengah untuk menciptakan isi siaran media, yang berkualitas, santun, menghibur, beradap dan berbudi, sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia dan membentuk karakter bangsa yang berbudi.
Kepala Kesekretariatan KPID Jawa Tengah, Mulyono, menyatakan realita yang terjadi saat ini, masyarakat Jawa Tengah banyak mendapatkan konten siaran yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang beradat ketimuran dan berkorelasi dengan ajaran agama. Masyarakat hanya menjadi korban akan persaingan rating siaran oleh industri media, sehingga terkadang lembaga-lembaga penyiaran memberikan tayangan yang kurang mendidik dan berbudi asalkan dapat meningkatkan rating siarannya.
KPID Jawa Tengah menyadari bahwa lembaga penyiaran mempunyai peran yang besar dalam pembentukan karakter bangsa dengan memberikan informasi yang sehat bagi masyarakat Indonesia yang beradab ketimuran, memberikan siaran yang santun, beradap dan berbudi.
Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Sudarmanto, SE, MT, menjelaskan kiprah dan upaya yang telah dilakukan oleh KPID Jawa Tengah dalam melakukan pemantauan dan pengawasan isi siaran media sudah sangat banyak, salah satunya adalah gugatan menghapus tayangan empat mata di salah satu televisi swasta nasional, yang kini menjadi bukan empat mata. Selain itu, KPID Jawa Tengah juga pernah menggugat tayangan Ust. Cili Guntur Bumi di televisi nasional, karena melanggar kode etik jam tayangnya. KPID juga melakukan penertiban kepada stasiun-stasiun radio yang tidak berijin.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dipilih oleh KPID karena PWM Jawa Tengah mempunyai struktur yang rapi, bagus dan terstruktur, serta mempunyai peran yang besar dalam upaya meningkatkan kualitas ummat, khususnya di Jawa Tengah. Muhammadiyah sendiri juga telah mempunyai beberapa media elektronik, seperti Adi TV yang tayang di wilayah DIY dan sekitarnya, radio sinar mentari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo, di Wonosobo juga ada, Grobogan, Kudus, Klaten, Sragen dan masih banyak lagi.
Dengan MoU tersebut diharapkan bahwa Pw Muhammadiyah Jawa Tengah dan beberapa daerah di wilayahnya dapat memberikan kontribusi terhadap pemantauan dan pengawasan isi media.
MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Sudarmanto, SE, MT, dan dari pihak PW Muhammadiyah Jawa Tengah diwakili oleh Sekretaris, Tafsir, M.Ag, dan disaksikan oleh Kepala Kesekretariatan KPID Jawa Tengah beserta jajarannya, Kepala Bappeda Propinsi Jawa Tengah, Redaksi Wawasan, dan lembaga-lembaga penyiaran di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Tafsir berharap bahwa kepercayaan dan kerjasama dengan KPID tersebut dapat bermanfaat dalam upaya mencerahkan peradaban dan meningkatkan kapasitas umat. (Udn)