Pengajian Pengukuhan PRM Prigelan Pituruh, Pesankan Jaga Kerukunan

0
487

PWMJATENG.COM, Purworejo– Dalam rangka mengukuhkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Prigelan Pituruh Purworejo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pituruh gelar pengajian bersama di Balai Desa Prigelan dengan diikuti oleh anggota Muhammadiyah desa prigelan, Organisasi otonomnya dan warga sekitar Pituruh, Senin (12/6/17). Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan program pengembangan ranting target periode 2015-2020 di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pituruh. Disampaikan Ketua Ranting Prigelan pengukuhan ranting prigelan diharap bisa mengembangkan dakwah Islam hingga pelosok-pelosok desa.

Dalam sambutan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pituruh Sumarmo, S.Pd. memaparkan bahwasanya pada 1912 KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta karena dilatarbelakangi kemiskinan, kebodohan dan wabah penyakit. Hingga sekarang telah 105 tahun. Gerakan amar ma`ruf nahi mungkar. Dari Muhammadiyah banyak terlahir pahlawan seperti Jenderal Soedirman panglima besar (dari Hizbul Wathan) memimpin perang gerilya, Ki Bagus Hadikusumo (perumus Pancasila), dr. Sutomo (pendiri Boedi Oetomo) setelah purna tugas langsung menjadi pimpinan PCM Surabaya, Ir Djuanda (perumus 5 mil dari darat ZEE), KH Mas Mansyur, Kasman Singodimedjo serta banyak tokoh pahlawan lainnya sehingga tidak diragukan ke Pancasilanya atau kebhinekaan.

“Kegiatan Muhammadiyah meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, panti asuhan, pemberdayaan, ZIS, Penanganan dan penanggulangan bencana. Imbalan bayaran pengurus Muhammadiyah tak ternilai. Insha Allah akan dibayar kelak oleh Allah. Pesan untuk PRM agar tetap ikhlas akan ada balasan yang berlipat kelak”ungkap Sumarmo, S.Pd.

Mewakili lurah desa, Kaur Kesra menyerukan untuk tetap menjaga kerukunan meskipun ada perbedaan dalam pemahaman agama antara kelompok.

Adapun pengajian dalam pengukuhan kali ini diisi oleh Ust Dawam Rakhmat yang menekankan akan pentingnya kerukunan umat beragama yang oleh pemerintah diwadahi melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) antara Islam (ada Muhammadiyah, NU, Persis dll), Kristen, Hindu, Budha.

“Rukun bukan berarti beribadah bersama. Akan tetapi menjaga kerukunan sesama umat. Saling menghargai, saling menghormati. Akhir-akhir ini umat Islam sedang dipecah belah oleh pihak yang tidak ingin Indonesia rukun seperti taktik yang digunakan oleh penjajah pada masa lampau. Untuk itu, beribadahlah dengan ikhlas, bukan karena ingin dipuji. Jaga hormati sesama”,ujar Dawam Rakhmat.

Lanjutnya, disampaikan mengenai definisi puasa menurut etimologi, terminologi/istilah. Secara terminology yakni : menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dari fajar sidiq hingga maghrib. Puasa wajib hanya untuk orang beriman. Bukan puasa yang bertujuan agar dipotong tangannya tidak patah gak bisa patah atau kekebalan diri. Hal itu termasuk sihir. Macam-macam puasa, amalan-amalan yang dapat dilakukan di bulan ramadhan dan permasalahan disekitarnya.

Pada akhir pemaparannya disampaikan bahwasanya perbedaan amalan ramadhan semisal jumlah rakaat 11 atau 23 yang meruncingkan antara NU dan Muhammadiyah harapnya tidak perlu diperbesar. “Terkait jumlah rakaat tarawih hendaknya jangan diperbesar antara 11 atau 23 rakaat. Karena masing-masing mempunyai dasar dalilnya. Antara Muhammadiyah – NU itu bersaudara maka jangan saling olok mengolok”,pungkasnya.

Agenda yang direncanakan selanjutnya yaitu pengajian dan bazaar murah pada 18 juni 2017 dengan mengambil lokasi yang sama. (akhmad musdani)